Kemarahan keluarga guru JIS hingga pemerintah AS atas vonis MA

Sabtu, 27 Februari 2016 11:01 Reporter : Lia Harahap
Kemarahan keluarga guru JIS hingga pemerintah AS atas vonis MA Konferensi Pers kasus JIS. ©2016 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Kasus pelecehan seksual yang diduga dialami murid-murid di Jakarta International School (JIS) ternyata masih berbuntut panjang. Dua guru asing yang didakwa sebagai pelaku, Ferdinand Tjiong dan Nail Batlement kembali harus berurusan dengan hukum.

Keduanya sempat menghirup udara bebas setelah di tingkat banding Kejaksaan Tinggi DKI dinyatakan tak bersalah. Padahal sebelumnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan divonis 10 tahun penjara.

Kasus ini memulai babak baru setelah jaksa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan Kejati DKI. Kemudian oleh Mahkamah Agung, kasasi itu dikabulkan dan memutuskan keduanya dihukum kembali dengan memberat hukuman menjadi 11 tahun penjara.

MA menilai kedua terdakwa terbukti (melakukan pelecehan seksual) dan memvonis 11 tahun," kata Anggota Majelis Hakim Kasasi Suhadi di Jakarta, Kamis (25/2).

Menurut Suhadi, majelis kasasi menilai pertimbangan hukum majelis hakim tingkat pertama (Pengadilan Negeri Jakarta Selatan) sudah tepat. Putusan yang dipimpin langsung oleh Ketua Hakim, Artidjo Alkostar, diputus pada 24 Februari lalu.

Tak mau berlama-lama, putusan MA tersebut langsung ditindaklanjuti jaksa dengan melakukan eksekusi. Keduanya langsung dicari untuk dijebloskan lagi ke bui.

Ferdinand diamankan di rumahnya pada Kamis malam lalu. Sedangkan Nail dijemput di Bandara Soekarno Hatta karena saat putusan itu keluar sedang berada di Bali. Jumat pagi, keduanya digiring ke LP Cipinang.

"Sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi dipindah ke LP Cipinang," terang Humas Kejaksaan Tinggi DKI, Waluyo, dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com, Jumat (26/2).

Putusan langsung mengundang reaksi berbagai pihak. Tak cuma keluarga, pihak Duta Besar sejumlah negara yang bertugas di Indonesia meradang. Kedua terpidana berkewarganegaraan Amerika Serikat.

Berikut reaksi kemarahan mereka:

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini