Kemaluan bocah 2 tahun luka, ayah polisikan menantu baby sitter

Minggu, 11 Januari 2015 23:54 Reporter : Parwito
Kemaluan bocah 2 tahun luka, ayah polisikan menantu baby sitter Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - RAC (37), seorang ayah warga Kampung Gabahan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang terpaksa melapor ke pihak berwajib atas dugaan aksi pelecehan seksual yang diderita putrinya. Akibat peristiwa itu, sang putri, CD, yang masih berusia 2 tahun, mengalami luka pada alat vitalnya.

Sang ayah RAC yakin pencabulan itu tega dilakukan oleh seorang pria berinisial J (30), yang tidak lain adalah menantu dari baby sitter atau pengasuh anaknya yang biasa dipasrahi untuk mengasuh putrinya.

Dalam laporannya kepada petugas, RAC mengungkapkan, kejadian yang dialami putrinya berawal ketika awal Desember 2014 lalu dia menitipkan sang putri ke seorang pengasuh balita di daerah Tlogosari, Kota Semarang.

Setelah pulang dari tempat pengasuh yang dititipinya, sang anak CD mengeluh kesakitan pada bagian alat vitalnya.

"Entah bagaimana kejadiannya, beberapa minggu terakhir, anak saya mengeluh sakit di bagian alat vitalnya. Saya curiga lalu saya bawa ke rumah sakit. Ternyata benar alat vitalnya terluka, " ungkap RAC saat melapor ke petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolrestabes Semarang Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah Minggu (11/1) sore tadi.

RAC yang bingung, akhirnya mencoba bertanya kepada pengasuh putrinya. Setelah didesak berbagai pertanyaan, muncul dugaan kalau putrinya sempat bersama dengan terlapor. "Saya yakin dia pelakunya. Saya juga belum tidak tahu anak saya diapakan," paparnya.

Tak kunjung mendapat kejelasan pasti terkait pelecehan seksual yang diderita putrinya, dengan berbekal kartu berobat dari RSUD Tugurejo Semarang di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Semarang, RAC langsung memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Dengan nomor laporan LP/B/43/1/2015/Jtg/Restabes, aksi pelecehan seksual tersebut resmi ditangani satuan Reskrim unit PPA Polrestabes Semarang.

Saat ini, kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah lima tahun (balita) itu masih ditangani oleh petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang, Jawa Tengah. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Pelecehan Seksual
  2. Pencabulan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini