Keluarga teroris Mukhtar tolak tes DNA di RS Bhayangkara Palu

Rabu, 20 Juli 2016 12:01 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Keluarga teroris Mukhtar tolak tes DNA di RS Bhayangkara Palu Jasad diduga Santoso. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Tim DVI dan Inafis Mabes Polri telah merampungkan pemeriksaan Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) terhadap Santoso dengan beberapa keluarga dan kerabatnya di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu. Namun untuk keluarga Mukhtar menolak mengikuti tes DNA.

"Jadi semalam itu sudah diadakan ambil sampel DNA Santoso. Kalau Santoso keluarganya datang ke rumah sakit. Kalau Mukhtar kita yang antarkan," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto saat dihubungi merdeka.com, Rabu (20/7).

Menurut Hari, lantaran keluarga menolak petugas dari Tim DVI dan Inafis Mabes Polri akhirnya melakukan tes DNA di kediaman Mukhtar di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Hari mengatakan, alasan keluarga menolak mengikuti tes DNA itu karena tidak terima dengan aktivitas Mukhtar bergabung dengan kelompok MIT pimpinan Abu Wardah alias Santoso.

"Kita yang menjemput ke sana. Sejak Mukhtar mengikuti Santoso keluarga masih belum terima. Ya istilahnya itu tidak berkenan," kata Hari.

Namun Hari memastikan hasil lima tahapan tes DNA terhadap istrinya salah satu jasad itu merupakan Mukhtar. Tes itu seperti pengecekan titik oleh petugas lapangan serta pengecekan primer dan sekunder terhadap jasad korban.

Pengecekan primer dan sekunder kata Hari seperti pemeriksaan hidung dan mata bulat itu masuknya primer. Sedangkan ada tanda-tanda tahi lalat itu masuknya sekunder. Kemudian dilakukan tes DVI dan Inafis.

Selanjutnya itu adalah pemeriksaan keluarga dan kerabat dalam hal ini daftar pencarian orang yang sudah tertangkap. Dan terakhir adalah tes DNA.

"Istrinya mengakui kalau itu suaminya," kata Hari.

Hari menambahkan, untuk pemeriksaan terhadap keluarga Santoso tidak menemui kendala. Menurut Hari, semua hasil pemeriksaan tersebut disampaikan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian hari ini.

"Intinya semua identik betul. Kenapa itu dilakukan tes DNA karena nantinya terkait ahli waris," pungkas Hari.

Diketahui, Santoso dan Mukhtar ditembak mati oleh Satgas Tinombala di daerah Tembrana, Pesisir Utara Poso, Sulteng, Senin (18/7) petang waktu setempat. Sementara istri Santoso serta Basri dan istrinya berhasil melarikan diri dalam insiden tersebut. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini