Keluarga Sugianto Laporkan Dalang Penembakan di Kelapa Gading Kasus Penggelapan

Rabu, 26 Agustus 2020 16:00 Reporter : Nur Habibie
Keluarga Sugianto Laporkan Dalang Penembakan di Kelapa Gading Kasus Penggelapan 12 Tersangka Pembunuhan Pengusaha di Kelapa Gading. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Hari Susanto, kerabat dari bos pelayaran Sugianto (51) membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Utara. Laporan itu terkait penggelapan uang perusahaan yang dilakukan oleh otak penembakan yang terjadi di Royal Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8) lalu yakni Nur Luthfiah alias Luthfi (NL).

"Ada kasus lain tentang penggelapan keuangan perusahaan (ditujukan ke) NL pelaku intelektual. (Jumlah) masih dalam pengecekan periksa data-data yang untuk itu menyusul (dari tahun) 2015 kurang lebih," kata Hari di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (26/8).

Penyidik masih mencari data terkait pelaporan itu. Karena, masih ada sejumlah data yang dipegang oleh Luthfi.

"Ini juga kita masih cari data, karena terus terang memang data banyak yang di pegang NL hampir semua data dan banyak mungkin data yang sudah diambil NL," ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, untuk penggelapan uang perusahaan ini diketahui oleh keluarga korban setelah adanya kejadian yang sudah diungkap tersebut.

*Ya setelah ada kejadian. Memang ada kita balik lagi kebelakang memang ada cerita terutama istri almarhum mengenai masalah pajak yang ada di kantor itu. Memang ada sedikit cerita, tapi kita kurang tahu detail. Makanya kita masih dalam proses pencarian data data," ungkapnya.

Hari menyebut, dengan adanya penggelapan uang perusahaan tersebut. Perusahaan milik korban mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

"(Kerugiannya) Itu masih dalam proses pengumpulan data data. Diperkirakan angka terakhir Rp 1,8 Miliyar ada pemberitahuan dari kantor pajak," sebutnya.

Lalu, saat disinggung jumlah uang yang dikeluarkan oleh Luthfi untuk membayar para pelaku lainnya berjumlah Rp 200 juta. Ia mengira uang itu didapat hasil menggelapkan uang pajak perusahaan.

"Jelas tidak nyambung, tidak berimbang jadi antara penghasilan dengan angka yang digelontorkan untuk eksekutor sangat jauh. (Dugaan uang bayar eksekutor dari penggelapan) sangat mungkin," jelasnya.

Polisi Selidiki Penggelapan Uang Milik Perusahaan

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Sudjarwoko mengatakan, pihaknya sedang mendalami terkait laporan yang dibuat oleh pihak keluarga korban penembakan.

"Itu yang masih kita selidiki ya (penggelapan dari tahun berapa), yang jelas ada beberapa point yang dilaporkan itu yang masih kita dalami ya. Baru satu yang baru kita lihat itu sekitar Rp 100 juta lebih ya, belum yang lain-lain kan belum kita lihat," kata Sudjarwoko.

"Belum (sampai Miliaran), karena nanti kalau sudah selesai penyelidikan kita ya kemungkinan besar sampai. Tapi, sekarang yang faktanya sekarang ini baru terlihat Rp 100 juta ya," sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang mendalami atau mencari tahu berasal darimana uang Rp 200 juta yang digunakan Luthfi untuk membayar pelaku lainnya.

"Nah termasuk itu juga, termasuk itu nanti kita dalami juga uang yang kemarin Rp 200 juta ya yang disebutkan itu asalnya darimana, itu nanti kita dalami juga," tutup Sudjarwoko.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya Tim gabungan Ditreskrimum Polda...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini