Keluarga Santoso minta maaf kepada seluruh masyarakat

Jumat, 22 Juli 2016 20:21 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Keluarga Santoso minta maaf kepada seluruh masyarakat Jenazah diduga Santoso. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Keluarga gembong teroris Santoso alias Abu Wardah meminta maaf kepada semua pihak, jika selama hidup pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu pernah melakukan kesalahan.

Permohonan maaf itu disampaikan keluarga melalui Bupati Poso Darmin Sigilipu, di sela-sela menunggu kedatangan jenazah Santoso dari Palu.

"Keluarganya tadi sudah menyampaikan permohonan maaf mereka jika almarhum pernah melakukan kesalahan," kata Bupati Poso Darmin Sigilipu, di Palu, Jumat (22/7) dikutip dari Antara.

Darmin juga menyempatkan diri mengunjungi rumah keluarga duka di Desa Lanto Jaya, Kecamatan Poso Pesisir. Menurut Darmin, selaku kepala daerah dirinya tidak boleh membeda-bedakan warganya.

"Saya berusaha meluangkan waktu menyampaikan bela sungkawa tanpa melihat latar belakang siapa dia. Apakah dia pejabat, masyarakat biasa, atau yang lain," ujarnya.

Dia mengatakan, selama di rumah duka dirinya bertemu dengan saudara Santoso yang lain termasuk orangtuanya.

"Mereka melihat kedatangan ini mau menunjukkan bahwa di Poso ini kita bersaudara. Walaupun ada salah jalan mungkin itu jalan hidupnya," ucap Darmin.

Menurut Darmin, keluarga Santoso menerima dirinya dengan baik tanpa gangguan apapun. Saat itulah, keluarga Santoso menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka kepadanya.

Darwin menuturkan saat dirinya berkunjung ke daerah itu, situasinya berlangsung aman. "Tidak ada masalah," katanya.

Terkait adanya isu jenazah Santoso akan diarak para pendukungnya di Kota Poso, Darmin mengatakan selama tidak mengganggu orang lain tidak masalah.

"Selama itu dilaksanakan dengan baik sesuai harapan kita dan mudah-mudahan tidak merugikan siapapun," imbuhnya.

Dia menyatakan semuanya diserahkan kepada aparat. Posisi Pemda selalu melihat dalam posisi aman. Hingga Jumat malam, belum ada kepastian pemulangan jenazah Santoso yang tertembak oleh Satgas Operasi Tinombala di hutan Poso, Senin (18/7) petang.

Jenazah Santoso masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini