Keluarga Kru Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Minta Jenazah Dimakamkan di Surabaya

Rabu, 13 Januari 2021 13:16 Reporter : Erwin Yohanes
Keluarga Kru Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Minta Jenazah Dimakamkan di Surabaya Keluarga Fadly Satrianto. ©Istimewa

Merdeka.com - Jenazah Fadly Satrianto, kopilot Nam Air yang juga ekstra kru pesawat Sriwijaya Air SJ-182 telah teridentifikasi. Pihak keluarga pun berharap, jenazah alumni Fakultas Hukum Unair tersebut dapat segera di makamkan di Surabaya.

Harapan tersebut disampaikan oleh orangtua Fadly, Sumarzen Marzuki. Ia menyatakan, setelah mendapat kabar bahwa putranya berhasil di identifikasi, maka ia pun berharap segera mendapatkan kepastian kapan akan dapat membawanya pulang.

"Sudah dikabarkan bahwa sudah teridentifikasi. Kami pun berharap, secepatnya dapat segera dipulangkan untuk dimakamkan," katanya, Rabu (13/1).

Ia menambahkan, jenazah putra ketiganya itu rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum Keputih, Sukolilo, Surabaya. Bukan tanpa alasan. Sebab, selain dilahirkan di Surabaya, semua saudara korban juga ada di Surabaya.

"Fadly kan dilahirkan di Surabaya. Bahkan ari-arinya ada di sini, di Teluk Penanjung. Memang keinginan kami di makamkan di sana (Keputih) karena rumahnya dekat dengan kakak-kakaknya. Neneknya juga ada di daerah situ," ungkapnya.

Marzuki menyebut sebelum di makamkan, Fadly akan disalatkan di Masjid Al Iklas, Jalan Tanjung Sadari 59, Perak, Surabaya yang juga tidak jauh dari rumah duka.

"Tadi jam 8 lebih sudah mengklarifikasi RS Polri yang ada di Kramat Jati, Jakarta. Kita ambil secepatnya. Bisa besok bisa lusa," terangnya.

Ia menjelaskan jenazah Fadly saat ini berada di rumah sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta. Hingga kini, keluarga menunggu dari pihak rumah sakit untuk bisa diserah terimakan.

"Saya menginginkan kalau bisa diambil pagi-pagi, diterbangkan di sini nanti yang menyiapkan segala sesuatunya perusahaannya Nam Air, nanti ada prosesi penyerahan dengan teman-teman seprofesinya," paparnya.

Setelah diterbangkan dari Jakarta menuju Juanda, jenazah Fadly akan dibawa ke rumah duka. Keluarga tidak ingin berlama-lama dan menghindari kerumunan sehingga setelah jenazah disemayamkan sebentar langsung disalatkan.

"Nanti rutenya jalannya lewat bawah tidak lewat tol. Dari Masjid Al Ikhlas disalati, doa langsung diberangkatkan ke makam," terang Marzuki.

Fadly Satrianto menjadi korban saat dirinya sedang jadi penumpang dalam pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Fadly berhasil diidentifikasi melalui perbandingan sidik jari yang berada dalam kantong jenazah PMJ SJ 0020. Perbandingan sidik jarinya dari E-KTP telunjuk kanan, berhasil di identifikasi dari potongan bagian tubuh yang didapatkan identik 12 titik persamaan.

Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak mengalami kecelakaan, Sabtu (9/1). Sesaat setelah terbang, pesawat tersebut hilang kontak dengan menara kontrol.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC itu total membawa 12 kru dan 50 penumpang, tujuh di antaranya anak-anak dan tiga lainnya bayi. Hingga saat ini, bangkai pesawat tersebut masih dalam proses pencarian di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini