Keluarga kru heli TNI AD asal Dumai dirikan tenda & gelar yasinan

Senin, 28 November 2016 13:38 Reporter : Abdullah Sani
Keluarga kru heli TNI AD asal Dumai dirikan tenda & gelar yasinan Kediaman orangtua Sertu Bayu Sadela. ©2016 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Sersan Satu Bayu Sadela merupakan satu dari lima kru helikopter Bell 412 EP nomor registrasi HA 5166 yang jatuh di Malinau, Kalimantan Utara. Setelah heli nahas itu ditemukan, keluarga langsung membangun tenda dan mempersiapkan pembacaan yasin di kediaman orangtua Bayu, Dumai, Riau.

Adi Rahman, tetangga Bayu, mengungkapkan, persiapan pembacaan yasin itu sudah dilakukan sejak Minggu (27/11) malam, atau beberapa saat setelah TNI Angkatan Darat menggelar konferensi pers terkait jatuhnya Heli Bell tersebut. Hal itu dilakukan setelah mendapatkan kabar dari istri Bayu yang berada di Jakarta.

"Tadi malam ‎sudah ngaji, tahlilan. Hari ini juga ngaji. Tenda sudah didirikan karena keluarga menerima kemungkinan almarhum tidak selamat," ujar Adi kepada merdeka.com Senin (28/11) melalui selulernya.

Meski menerima kemungkinan terburuk, Adi yang juga sahabat Bayu, berharap koleganya ditemukan dalam kondisi selamat.‎ Rumah orangtua Bayu juga sempat didatangi tiga orang personel dari Kodim 0320/Dumai.

Sebelumnya, helikopter milik TNI AD yang dilaporkan hilang di Malinau, Kalimantan Utara akhirnya ditemukan tim SAR Minggu (27/11) siang. Bangkai heli Bell 412 EP nomor registrasi HA 5166 berada di wilayah pegunungan.

"Bahwa benar Helikopter Bell 412 EP Noreg 5166 milik TNI AD telah berhasil ditemukan di daerah pegunungan wilayah Malinau, Kalimantan Utara pada 27 November 2016 pukul 14.22 WITA," terang Kadispenad Brigjen M Sabrar Fadhilah.

sertu bayu sadela

Dia sampaikan itu di Media Center Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad), Jalan Abdurahman Saleh, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/11) malam.

Fadhilah mengatakan, informasi penemuan heli itu pertama kali didapatkan dari masyarakat sekitar, kemudian dilanjutkan dengan pencarian oleh tim SAR. Pada pukul 14.22 WITA Tim SAR dari Paskhas TNI AU berhasil menemukan lokasi jatuhnya heli.

Dari TKP, tim menemukan pilot atas nama Lettu CPN Abdi Darnain dalam kondisi selamat lalu dievakuasi melalui jalur udara ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Tarakan untuk mendapatkan perawatan. Sementara keempat korban lainnya masih dalam pencarian.

"Tim SAR darat dan udara bergerak mulai pukul 06.00 WITA menuju ke sasaran. Pada akhirnya sekitar 14.22 WITA dua orang personel SAR yang berasal dari Paskhas TNI AU berhasil turun di TKP dan melihat secara fisik badan helikopter jatuh. Korban lainnya masih dalam proses pencarian mengingat situasi di lokasi yang sulit dan cuaca selalu berubah," paparnya. [tyo]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini