Keluarga korban minta RSAL Mintoharjo jujur soal kebakaran chamber

Selasa, 15 Maret 2016 00:31 Reporter : Parwito
Keluarga korban minta RSAL Mintoharjo jujur soal kebakaran chamber RS Mintohardjo. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Peristiwa kebakaran di RSAL Mintohardjo, Jakarta, yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB menyisakan duka mendalam bagi keluarga almarhum Sulistiyo, anggota DPD yang wafat akibat kejadian itu.

Pihak keluarga merasa terguncang dan sangat kaget dengan kejadian meledaknya chamber, tempat almarhum Sulistiyo dirawat dan menjalani terapi.

Malik Abdurrahman Hakim (18), putra kedua almarhum dan Rasyid Ghaniy Purwanegara (26), menantunya, hanya bisa mengurung diri dalam kamar.

"Pihak keluarga yang ada di rumah anak kedua almarhum Mas Malik dan menantunya (istri Rasyid) mengurung diri dalam kamar. Enggan untuk memberikan komentar kepada wartawan. Padahal sudah saya rayu," ungkap salah seorang anggota keluarga kepada merdeka.com Senin (14/3) malam tadi.

Melalui Ketua PGRI Jateng H Widadi keluarga berharap, pihak RSAL Mintohardjo memberikan penjelasan yang sejujur-jujurnya terhadap keluarga tentang kejadian ledakan dan kebakaran di rumah sakit sehingga menewaskan anggota DPD Sulistiyo tersebut dan tiga korban lainnya.

"Moga-moga ada informasi yang jujur dari semua pihak terkait kejadian sebenarnya yang di rumah sakit," ungkap Ketua PGRI Jateng H Widadi.

Hal ini dikatakan Widadi kepada wartawan di rumah duka Sulistiyo di Jalan Karangingas Raya Nomor 8 RT 3 RW VII, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah Senin (14/3).

Hingga sampai malam ini, pihak keluarga belum secara resmi mendapatkan pemberitahuan tentang insiden meledaknya dan terbakarnya ruang tempat terapi di RSAL Mintohardjo yang menewaskan anggota DPD RI Sulistiyo itu.

Sampai malam ini, istri almarhum Halimah Sulistiyo (50) dan putra pertamanya Rasyid Ghaniy Purwanegara masih berada di RS Kramadjati, Jakarta menunggu proses autopsi jenazah almarhum.

"Kami belum menerima berita resmi dari rumah sakit. Dari pihak keluarga masih menyusul keluarga di Jakarta belum bisa komunikasi secara intensif," ungkapnya.

Dari pantauan merdeka.com di rumah duka Sulistiyo, trauma dan kesedihan mendalam tampak dari raut muka anggota keluarga.

Terbukti, ada beberapa anggota keluarga yang datang begitu tiba di rumah duka yang sedang berlangsung pengajian yasin dan tahlil, dua orang anggota keluarga almarhum langsung jatuh pingsan. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran RS Mintoharjo
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini