Keluarga hingga warga tolak jenazah Santoso dimakamkan di Magelang

Kamis, 21 Juli 2016 05:16 Reporter : Desi Aditia Ningrum, Parwito
Keluarga hingga warga tolak jenazah Santoso dimakamkan di Magelang Keluarga Santoso di Magelang. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Gembong teroris di Indonesia yang selama ini dicari, Santoso alias Abu Wardah tewas saat baku tembak dengan Satuan Tugas (Satgas) Tinombala Senin (18/7). jenazah Santoso kini berada Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah sedang diidentifikasi.

Jenazah Santoso dikabarkan bakal dimakamkan di Desa Adipuro, Magelang, Jawa Tengah daerah asal bapak kandung Santoso, almarhum Irsan.

Meskipun mengaku ikhlas namun pihak kerabat Santoso yang berada di Lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menolak jenazah Santoso tersebut dimakamkan di Magelang, kampung halaman orang tua Santoso.

Kerabat Santoso di Dusun Prampelan, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tetap melakukan aktivitasnya sehari-hari. Mereka seolah tidak kaget mendengar kabar kematian Santoso.

Kerabat dekat yang merupakan adik sepupu dan bibi Santoso yang kini tinggal di Magelang ini pun mengaku ikhlas, dengan tewasnya Pemimpin Mujahidin Indonesia Timur tersebut. Namun dengan tegas mereka menolak jika jenazah Santoso dimakamkan di Kampung mereka.

"Ya tanggapan keluarga, kalau Santoso itu mati lewat tembak menembak itu karena itu memang sudah jatah Allah. Pihak keluarga sudah merasakan ikhlas. Kalau itu (jenazah Santoso) pihak keluarga tidak menerima, karena masyarakat tidak mendukung. Menolak!" tegas Ahmad Basari, adik sepupu Santoso di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/7).

Ahmad Basari mengaku jika Santoso terakhir berkunjung ke Kaliangkrik, Magelang pada tahun 1998 lalu dalam rangka silaturahmi.

"Itu kalau seingat saya itu sekitar 98. Dalam rangka silaturahmi. Itu yang asli dari rumah sini itu bapaknya, ibunya dari Gendol, Sukomakmur. Gak pernah (ke sini lagi). Iya 98 itu (terakhir berkunjung), jadi saya ga pernah urusan tidak pernah hubungan dari 98 itu. Hubungannya kakak sepupu, saya memanggilnya mas. Kepribadian Santoso, ya dulu itu ya memang ke sini pertama itu istilahnya masih remaja, tapi kurang tahu ya mas, soalnya di sini cuma sebentar. Jarang komunikasi," terangnya.

Pihak keluarga siap melakukan tes DNA jika pihak kepolisian membutuhkan.

"Saya ga siap, karena di sana masih ada saudaranya itu. Ya memang kalau terpaksa, saya siap (tes DNA), asal ada jaminan syariat dari kepolisian," pungkas [cob] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini