Keluarga Berencana Ajukan Praperadilan untuk 2 Terduga Teroris Makassar

Senin, 31 Mei 2021 16:39 Reporter : Ihwan Fajar
Keluarga Berencana Ajukan Praperadilan untuk 2 Terduga Teroris Makassar Lokasi ledakan di gereja katedral Makassar. ©2021 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Istri dua terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror terkait bom Gereja Katedral Makassar yakni MJ dan WA berencana melayangkan praperadilan. Meski demikian, sebelum mengajukan praperadilan, istri korban terlebih dahulu mengirimkan surat aduan ke Kompolnas, DPR, Komnas HAM dan Mabes Polri.

Direktur LBH Muslim Makassar, Abdullah Mahir mengatakan pihaknya ditunjuk oleh istri MJ dan WA untuk memberikan pendampingan hukum. Abdullah mengaku sebelum mengajukan praperadilan, pihaknya mengirimkan surat aduan sebagai upaya untuk memastikan status hukum MJ dan WA apakah sebagai tersangka atau masih terduga. Ia mengaku surat aduan tersebut pihaknya sudah kirimkan sejak Jumat (25/5).

"Ini yang kita mau pastikan dulu status hukumnya dua klien kami sebelum mengajukan praperadilan. Aduannya sudah kita kirimkan sejak 25 Mei kemarin," ujarnya kepada merdeka.com, Senin (31/5).

Abdullah mengaku jika dalam waktu tujuh hingga 14 hari ke depan tidak ada respons, maka pihaknya akan mengajukan praperadilan. Untuk itu, sembari menunggu respons surat aduan tersebut, pihaknya merampungkan berkas untuk upaya praperadilan.

Abdullah mengaku langkah praperadilan diambil karena LBH Muslim Makassar melihat adanya kesewenangan aparat polisi maupun Densus 88 Antiteror. Apalagi, kata Abdullah, pihaknya maupun keluarga tidak mengetahui bagaimana kondisi MJ dan WA.

"Saat penangkapan polisi (Densus 88) tidak menyertakan surat perintah pemeriksaan, penangkapan, dan penahanan. Klien kami langsung dibawa oleh Densus 88," kata dia.

Abdullah menilai penangkapan dan penahanan terhadap kliennya cacat prosedur dan melanggar KUHAP. Selain itu, lanjut Abdullah, kliennya sudah ditahan lebih dari 21 hari.

"Kalau berdasarkan KUHAP, masa penahanan hanya 21 hari dan kalau tidak ditemukan bukti kuat bisa dilepaskan. Ini sudah hampir tiga bulan ditahan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulsel, Komisaris Besar E Zulpan belum merespon pesan dan panggilan Merdeka.com terkait istri dua tersangka teroris mengajukan praperadilan. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini