Kelompok MCA dianggap bikin elektabilitas Jokowi turun

Rabu, 7 Maret 2018 15:47 Reporter : Eko Prasetya
Kelompok MCA dianggap bikin elektabilitas Jokowi turun penangkapan anggota mca. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Akhir-akhir ini isu kriminalisasi ulama, penganiayaan ulama dan kebangkitan komunisme menjadi alat menyudutkan Joko Widodo (Jokowi). Terlebih terbongkarnya jaringan penyebar hoaks Muslim Cyber Army (MCA) diduga berada di belakang isu tersebut.

Direktur Said Aqil Siroj Institute Imdadun Rahmat menyayangkan fabrikasi fitnah tersebut. Imdadun yang pernah menjabat sebagai Ketua Komnas HAM, memastikan bahwa kampanye hitam semacam itu merupakan residu politik musiman menjelang Pilkada dan Pilpres.

"Publik kan mulai mengerti pasca terbongkarnya jaringan Muslim Cyber Army (MCA). Ada kelompok penebar fitnah dengan mengatasnamakan Muslim. Ini prilaku tak terpuji, mencoreng wajah Islam" jelas Imdadun, Rabu (7/3).

Imdadun mengaitkan kampanye hitam ini dengan disparitas antara kepuasan kerja Jokowi di angka 65 persen, sedangkan asumsi elektabilitas ada pada angka 45 persen.

"Ini harus diatasi. Pak Jokowi mesti makin mendekat ke publik santri dan ulama. Selain itu, Jokowi harus tepat memilih calon kandidat wakilnya. Ini berkaitan dengan tiga aspek, konsolidasi pemilih muslim, penguatan sektor ekonomi dan stabilitas politik dan keamanan hingga akhir periode" tambah Imdadun.

Berdasarkan pengamatan Said Aqil Siroj Institute, ada sejumlah nama yang cocok jadi pendamping Jokowi. Pertama KH Said Aqil Siroj yang merupakan salah satu tokoh sentral pemersatu kekuatan Islam Moderat.

Representasi kalangan santri dan ulama Nahdliyyin juga ada nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Dikenal sebagai tokoh muda Nahdliyyin, Cak Imin juga berpengalaman dalam politik dengan elektabilitas yang merangkak naik.

Kemudian ada Moeldoko juga salah satu nama yang cocok mendampingi Jokowi. Moeldoko adalah mantan Panglima TNI, tentu sosoknya masih memiliki kharisma di mata publik. Dengan tugas barunya sebagai Kepala Kantor Staff Presiden, Moeldoko dinilai bisa menunjukkan kepiawaiannya dalam menjaga stabilitas politik.

Kemudian sosok Hary Tanoe. Dia menilai kecakapan Hary Tanoe dalam membangun ekonomi makro dan mikro. Hary Tanoe adalah salah satu tokoh pebisnis yang juga memiliki pengaruh dalam ruang politik.

Terakhir adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia mampu maksimalisasi penerimaan pajak negara. Di samping itu, sosok Sri Mulyani mampu memberikan garansi positif kepada dunia investasi untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dan prestasi yang belakangan diraih sebagai menteri keuangan terbaik dunia. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini