Kelompok JAD Masih Eksis Sebar Gerakan Radikal Via Medsos

Senin, 17 Juni 2019 10:23 Reporter : Didi Syafirdi
Kelompok JAD Masih Eksis Sebar Gerakan Radikal Via Medsos teroris. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Densus 88 Anti-Teror menangkap sejumlah terduga teroris di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. Ditenggarai mereka adalah bagian dari kelompok terduga teroris Jaringan Ansharut Daulah (JAD).

Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan H Purwanto mengatakan, dalam pengamatannya sejauh ini pergerakan JAD masih eksis untuk menyebarkan paham radikal melalui media sosial. Untuk menyamarkan aksinya mereka juga kerap berganti nama.

"Jadi kenyataannya sekarang kelompok JAD ini masih eksis dalam penyebaran gerakan radikal via medsos," ujar Wawan dalam keterangan tertulis, Senin (17/6).

Menurutnya, penyedia platform media sosial seperti Youtube, Facebook dan lain-lain, harus ikut turun tangan terhadap radikalisasi via medsos. Selama ini, lanjutnya, Kominfo telah membendung masalah ini dengan memblokir, men-take down, dan meng-counter konten radikal terorisme. Namun faktanya konten itu masih berkeliaran bebas di medsos.

"Mereka (penyedia platform) seharusnya bisa memfilter sebelum konten radikal tersebut tersebar ke masyarakat. Apalagi masalah terorisme ini termasuk dalam kategori extraordinary crime," tutur mantan Pengamat Intelijen dan Terorisme ini.

Wawan menegaskan, radikalisasi via online melalui medsos sudah menjadi ancaman nyata sehingga perlu diwaspadai. Karena bagi kelompok radikal terorisme media sosial merupakan sarana efektif untuk merekrut dan melakukan indoktrinasi karena jangkauan yang luas.

"Dari beberapa kasus banyak pihak terpapar melalui medsos. Bai'at mereka (kelompok teroris) juga sudah via medsos. Bahkan mereka juga bisa melakukan tanya jawab jika mereka mengalami kesulitan dalam membuat bahan peledak. Sehingga rekrutmen sekarang ini tidak perlu tatap muka lagi," ungkap Wawan.

Terakhir, kata Wawan, perlu upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk juga lembaga pendidikan di semua jenjang terhadap pentingnya literasi digital anti-paham radikal secara berkelanjutan.

"Literasi digital ini harus berkelanjutan dan harus menyebar ke seluruh elemen masyarakat tentang bahayanya penyebaran paham-paham radikal melalui dunia maya atau media sosial," tandasnya. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini