Kelakar Jokowi soal gerhana bulan: Yang jelas nonton di langit, enggak di tanah

Rabu, 31 Januari 2018 13:06 Reporter : Supriatin
Kelakar Jokowi soal gerhana bulan: Yang jelas nonton di langit, enggak di tanah Jokowi nonton Gerhana Matahari. ©2016 facebook.com/Jokowi

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkelakar ketika ditanya soal fenomena gerhana bulan total (super blue blood moon). Jokowi enggan menjawab secara pasti saat ditanya apakah akan menyaksikan gerhana bulan total yang disebut oleh badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada hari ini sekira pukul 20:29,8 WIB; 21:29,8 WITA; dan 22:29,8 WIT tersebut.

"Yang jelas nonton di langit lah, enggak mungkin nonton di tanah," ucap Jokowi menjawab pertanyaan wartawan soal rencana menyaksikan super blue blood moon di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/1).

Hari ini akan terjadi dua fenomena sekaligus yakni supermoon dan blood moon. Terjadinya dua fenomena dalam waktu bersamaan ini sangat langka, terakhir terjadi pada 152 tahun lalu di tahun 1866.

Supermoon sendiri adalah fenomena di mana bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi. Hal ini membuat ukuran bulan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya.

Sedangkan blue moon, adalah bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan. Hal ini merujuk pada fakta bahwa Januari ini, terdapat dua kali purnama: pada 1 atau 2 Januari silam, serta 31 Januari mendatang.

Gerhana bulan ini bisa dinikmati di banyak sekali bagian Bumi, termasuk Indonesia. Hanya Amerika Selatan dan Afrika saja yang tak dapat menikmatinya.

Proses gerhana bulan terjadi dalam tahapan berupa gerhana parsial, gerhana total yang merupakan puncaknya, lalu kembali ke gerhana parsial. Semua proses ini akan selesai dalam waktu 4 jam, dimulai dari pukul 18.48 WIB. Jika ingin menikmati puncaknya, Anda bisa melihat gerhana ini pada pukul 20.30 WIB. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini