KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kekuatan cinta tak berdaya di hadapan hukum

Kamis, 10 Agustus 2017 07:30 Reporter : Rizky Andwika
Fidelis dan istri. ©dokumentasi keluarga

Merdeka.com - Kisah pilu terjadi di Kalimantan Barat. Seorang pria bernama Fidelis Arie Sudewarto (36) divonis 8 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sanggau, Kalimantan Barat. Vonis dijatuhkan karena Fidelis kedapatan menanam tanaman terlarang di negeri yang konservatif ini, yaitu ganja.

Padahal Fidelis menanam ganja bukan untuk digunakan olehnya apalagi untuk diperjualbelikan. Dia menanam pohon ganja untuk mengobati penyakit istrinya, Yeni Riawati (39) yang menderita penyakit syringomyelia (tumbuhnya kista berisi cairan dalam sumsum tulang belakang). Tragedi ini bermula pada tahun 2013 ketika istri Fidelis mengandung anak kedua. Kaki kanannya tiba-tiba tidak dapat digerakkan. Hingga Januari 2016, keadaan Yeni semakin parah dan kemudian diketahui menderita syringomyelia.

Berdasarkan riset atas inisiatif pribadi, PNS di Pemda Kabupaten Sanggau ini menemukan bahwa penyakit istrinya dapat disembuhkan dengan ekstrak ganja. Dia juga banyak menerima masukan dari sejumlah pihak di luar negeri melalui internet. Memang diketahui, ganja di sejumlah negara telah dilegalkan guna kepentingan medis bahkan untuk kepentingan rekreasi.

Maka dari itu, ia pun menanam ganja, meski negara memaknainya sebagai Narkotika Golongan I. Terkait kepemilikan dan ancaman hukumannya, diatur dalam Pasal 111 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sejak Fidelis ditangkap BNN lantaran menanam ganja di halaman rumah, kondisi istrinya, Yeni menjadi parah karena tak lagi mendapatkan pengobatan dari ekstrak ganja yang ditanam oleh suaminya. Yeni akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Mth Jaman Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, 25 Maret 2017 lalu atau kurang lebih satu bulan setelah suaminya ditahan. Padahal, saat diberikan ekstrak ganja, kondisi sang istri berangsur membaik.

Fidelis menyampaikan nota pembelaan atas tuduhan menanam ganja yang terlarang tersebut pada (19/7) lalu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Fidelis hukuman lima bulan penjara dan denda Rp 800 juta subsider satu bulan penjara. Fidelis diberi kesempatan untuk membela diri. Bukannya menggunakan kesempatan itu untuk membela diri, Fidelis memakai kesempatan itu untuk menulis surat untuk istrinya tercinta, Yeni Riawati. Ini menjadi bukti cinta Fidelis sangat besar ke sang istri.

"Papa tahu selama ini Mama sudah letih dan putus asa karena sakit yang Mama derita tidak kunjung sembuh, padahal sudah berganti-ganti rumah sakit, sudah memakan bermacam-macam obat dari dokter, pergi ke berbagai pengobatan alternatif, dan minum obat-obatan herbal. Namun, semua itu tidak membuat Mama menjadi lebih baik, malahan hanya menguras habis semua tabungan yang sudah susah payah kita kumpulkan bersama," kata Fidelis membacakan nota pembelaan dalam sidang.

"Rencana kita untuk mengecat rumah pun harus kandas lagi, padahal semenjak kita berhasil membangun rumah sederhana kita secara bertahap, kita belum pernah mengecatnya, bahkan sampai atapnya ada yang bocor, Papa pun belum bisa memperbaikinya." [noe] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.