Kekesalan Wapres JK mantan perdana menteri Malaysia hina orang Bugis

Rabu, 8 November 2017 07:05 Reporter : Supriatin
Jusuf Kalla di Universitas Columbia New York. ©2017 Tim Media Wapres

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad harus minta maaf atas pidato penghinaannya kepada suku Bugis. Mahathir menyebut orang Bugis sebagai 'bajak laut'.

Dalam pidato itu, 14 Oktober lalu, Mahathir menyerang Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak. Dia menyebut rival politiknya adalah perompak karena berasal dari suku Bugis.

"Pak Mahatir harus minta maaf karena orang Bugis bukan hanya di Sulawesi Selatan, Indonesia. Malaysia kira-kira ada 2 juta orang Bugis di sana," tegas JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (7/11).

JK menuturkan, Mahathir seharusnya tidak mengaitkan kesukuan dengan politik. Dia menegaskan sungguh tidak elok menuduh orang suku Bugis identik dengan kriminal.

"Kalau mau gentlemen, harus meralat itu. Jangan dihubungkan, kita bisa mengatakan juga, seorang yang berbuat kemudian dihubungkan dengan sukunya, tentunya tidak seperti itu," ucap pria berdarah bugis ini.

JK mengaku terkejut saat mendengar pidato Mahathir. Bahkan marah dan merasa sedih. "Sebagai orang bugis saya protes juga, terkejut juga. Merasa dihubung-hubungkan orang bugis dengan kriminal," kata dia.

Kekesalan JK juga disampaikan ke Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi. Saat itu keduanya bertemu dalam diskusi informal pada KTT Developing-8 (D-8) yang digelar di Istanbul, Turki.

"Sebagai wakil presiden Indonesia keturunan Bugis, dia sangat tersinggung oleh kata-kata tersebut. Kata-kata itu adalah penghinaan terhadap orang Bugis, baik yang berasal dari Malaysia atau Indonesia," kata Zahid kepada wartawan, dikutip dari Free Malaysia Today, Senin (23/10).

Zahir yang menghadiri KTT tersebut untuk memimpin delegasi Malaysia juga berpendapat bahwa istilah 'bajak laut' yang digunakan oleh Mahathir memang tidak pantas, sebab sejarah telah membuktikan bahwa pejuang Melayu yang menjaga kedamaian di nusantara juga keturunan Bugis.

"Sebenarnya masyarakat diberi label 'bajak laut' dengan sengaja oleh para penjajah untuk mempersempit kemungkinan mereka berkontribusi dalam membantu para pejuang melayu memerangi kolonialisme," paparnya.

"Jadi siapa pun yang menyebut Bugis sebagai bajak laut, mereka melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan penjajah dulu. Pandangan yang salah itu tidak jauh berbeda dengan penjajah," lanjutnya.

Zahid pun menambahkan pihak berwenang telah menerima banyak laporan dari individu atau asosiasi yang mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan atas masalah tersebut.

"Polisi akan memeriksa semua laporan yang dibuat oleh mereka," cetusnya.

Selain mengajukan laporan, sejumlah pihak yang mewakili komunitas Bugis di Malaysia juga sebelumnya telah meminta Mahathir secara terbuka meminta maaf karena telah membuat pernyataan tersebut.

Sementara itu, Mahathir mengungkapkan pernyataan itu dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh pemimpin oposisi di Petaling Jaya pada 14 Oktober lalu. Dia diduga merujuk panggilan itu kepada Perdana Menteri Najib Razak yang disebutnya keturunan bajak laut Bugis. [did]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.