Kejati Sumsel Usut Terdakwa Anak Buah Bandar Narkoba Kabur saat di RS

Jumat, 19 Februari 2021 14:37 Reporter : Irwanto
Kejati Sumsel Usut Terdakwa Anak Buah Bandar Narkoba Kabur saat di RS Ilustrasi borgol. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan turun tangan dalam menyelidiki proses kaburnya, Joko Zulkarnain, terdakwa kasus narkoba saat berobat di Rumah Sakit M Hasan Bhayangkara Palembang. Persidangan dihentikan sementara hingga anak buah bandar narkoba itu kembali ditangkap.

Kasi Penkum Kejati Sumsel Khairdirman mengungkapkan, sejumlah saksi masih menjalani pemeriksaan, utamanya dua petugas Kejari Palembang yang mengawal terdakwa berobat. Terlebih, keduanya meninggalkan terdakwa di ruang perawatan untuk makan.

"Pengawal terdakwa saat berobat masih diperiksa, mereka pegawai Kejari Palembang, bukan jaksa," ungkap Khaidirman, Jumat (19/2).

Jika terdapat kesalahan dan kelalaian, pihak yang terlibat akan dikenakan sanksi, mulai dari ringan hingga berat. Hanya saja, sejauh ini belum diambil kesimpulan dari penyelidikan.

"Bidang Pengawasan masih memeriksa, nanti kita lihat kesalahannya," ujarnya.

Khaidirman menyayangkan kejadian itu. Menurut dia, kaburnya terdakwa kasus narkoba itu diduga karena minimnya penjagaan.

"Kami sesalkan kejadian itu, tapi kasus ini terus diselidiki dan terdakwa dikejar," kata dia.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumatera Selatan Abu Hanifah mengatakan, persidangan perkara terdakwa dihentikan sementara hingga tertangkap kembali.

Majelis hakim tak bisa memproses perkara karena subyek hukumnya melarikan diri.

"Sidang terdakwa dihentikan sementara, sedangkan sidang lima terdakwa lain (komplotannya) masih jalan terus," ujarnya.

Dikatakan, terdakwa terancam mendapatkan hukuman tambahan karena melarikan diri dalam penahanan. Biasanya majelis akan menentukan putusan berdasarkan pertimbangan memberatkan.

"Sidangnya sudah sampai tahapan tuntutan," kata dia.

Sebelumnya, seorang tahanan Rutan Pakjo Palembang, Joko Zulkarnain, kabur saat berobat di Rumah Sakit M Hasan Bhayangkara Palembang.

Petugas masih memburu keberadaan anak buah bandar narkoba, Doni, anggota DPRD Palembang, yang ditangkap tahun lalu.

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Palembang Agung membenarkan kabar itu. Menurut dia, kaburnya Joko sebenarnya sudah cukup lama tepatnya pada 16 Januari 2021 ketika saat berobat pembengkakan paru.

"Benar, terdakwa kaburnya waktu dia sakit dan pas di RS Bhayangkara," ungkap Agung, Kamis (18/2).

Pada malam itu, terdakwa yang sedang dirawat opname dijaga dua petugas rutan. Ketika terdakwa tidur, petugas keluar untuk mencari makan.

Ternyata dimanfaatkan terdakwa melepas borgol di tempat tidur dan kabur.

"Hanya selang 20 menit terdakwa kabur ketika petugas turun makan," ujarnya.

Sejak saat itu, terdakwa dikeluarkan surat daftar pencarian orang (DPO). Pihaknya telah bekerjasama dengan Polrestabes Palembang dan Badan Narkotika Nasional Sumsel untuk melakukan penyisiran.

"Kami minta segera menyerahkan diri," kata dia.

Diketahui, Joko Zulkarnain ditangkap bersama anggota DPRD Palembang Doni dan sejumlah pelaku lain ditangkap BNN Sumsel di kawasan Puncak Sekuning, Palembang, 23 September 2020. Barang bukti diamankan lima kilogram sabu dan puluhan ribu butir ineks. Joko Zulkarnain bertugas sebagai kurir atau anak buah Doni.

Penangkapan kasus tersebut berawal dari pengungkapan sabu di bus Pelangi di Tasikmalaya, Jawa Barat, beberapa hari lalu. Terungkap bus tersebut sempat menurunkan beberapa kg sabu ke Palembang.

Barang terlarang tersebut dikirim dari Aceh oleh seorang pemasok asal Sumatera Utara berinisial U yang sudah ditangkap BNN sebelumnya. Doni dan jaringannya mengedarkan narkoba ke wilayah Palembang dan Sumsel, bahkan diduga ke Pulau Jawa. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tahanan Kabur
  3. Kasus Narkoba
  4. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini