Kejati Sumbar Buru 8 DPO Kasus Korupsi

Kamis, 23 Juli 2020 06:34 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Kejati Sumbar Buru 8 DPO Kasus Korupsi Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Amran. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar) masih memburu delapan orang terpidana kasus korupsi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Hal itu dikatakannya usai menggelar peringatan Hari Bhakti Adhiyaksa ke-60 di Kantor Kejati Sumbar, bersama Wakajati Yusron, Asisten Intelijen Teguh Wibowo, Asisten Pidana Khusus M Fatria, dan lainnya.

"Saat ini ada delapan terpidana kasus korupsi yang terus kami buru untuk dijebloskan ke penjara," kata Kepala Kejati Sumbar, Amran dilansir Antara, Rabu (22/7).

Dia menyebutkan untuk upaya mencari para buronan kasus korupsi tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI. Kemudian menyebar foto serta identitas para terpidana.

Delapan terpidana tersebut telah divonis bersalah melakukan korupsi yang ditangani oleh sejumlah Kejari di Sumbar. Pertama atas nama Ramli Ramonasari terpidana korupsi pekerjaan proyek penyedia air bersih di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman tahun 2011.

1 dari 1 halaman

Khuslaini atas kasus korupsi penyelewengan dana revalitasi pondok pemuda di Selasih, Kabupaten Solok tahun 2013. Lalu Juniadi buronan Kejari Solok yang terjerat kasus penyelewengan dana bina lingkungan (DBL) dalam rangka mengembangkan usaha tani program kawalan pangan di wilayah Solok.

Terpidana korupsi pengelolaan dan mengunakan anggaran kantor non belanja pegawai atas nama Ali Basyar. Ia menjadi buronan Kejari Pasaman. Kemudian Zafrul Zamzani yang ditangani oleh Kejari Sijunjung, Agustinus Tri Siwi Roy dan Dodi Bashwardjojo terpidana yang ditangani Kejari Mentawai, dan satu terpidana dari Kejari Bukittinggi.

Selain terpidana korupsi, Kejati Sumbar saat ini juga tengah membidik terpidana mati yang terjerat kasus pidana umum di wilayah Sumbar. Amaran menegaskan pihaknya akan terus memburu para terpidana tersebut, tapi ia mengingatkan agar para terpidana kooperatif dan menyerahkan diri. [ray]

Baca juga:
Suami Airin Dibebaskan Hakim dari Kasus TPPU, KPK Ajukan Banding
Kejati Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Bank NTT
KPK Periksa Bupati Kotawaringin Timur Sebagai Tersangka
Pansus DPRD Rote Ndao Dapati 15 PNS Mantan Napi Korupsi Masih Terima Gaji
Komisi III: Jika Harun Masiku Ditemukan, Banyak Pihak yang Terlibat Khawatir

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini