Kejati Riau Minta Polisi Segera Tangkap Otak Pelaku Pelemparan Kepala Anjing

Kamis, 18 Maret 2021 13:02 Reporter : Abdullah Sani
Kejati Riau Minta Polisi Segera Tangkap Otak Pelaku Pelemparan Kepala Anjing Ilustrasi Polisi. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Otak pelaku teror pelemparan kepala anjing ke rumah Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Muspidauan masih buron. Polda Riau diminta segera menangkap dalang aksi tersebut. Saat ini kepolisian baru menangkap tiga orang suruhan dari lima pelaku dalam kasus tersebut.

Muspidauan menjadi korban teror pelemparan kepala anjing dan pisau di rumahnya kawasan Sukajadi, Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. Karena ada informasi seseorang di internal LAM Pekanbaru yang menjadi aktor intelektualnya, Muspidauan berharap orang tersebut segera ditangkap.

"Kami berharap pelaku lain dapat diungkap, termasuk otak pelaku atau aktor intelektual di balik kasus teror ini," kata Muspidauan di Pekanbaru, Kamis (18/3).

Muspidauam menjadi salah satu korban teror sejumlah orang, lantaran disahkan menjabat sebagai Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru.

Menurutnya, jika aktor intelektual itu ditangkap, maka motif aksi ini akan terungkap. Selain itu, efek positifnya kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian semakin meningkat. Karena sebelumnya Polda Riau merilis inisial J yang menjadi otak pelakunya dan masih buron.

"Kita berharap semua terungkap sehingga masyarakat merasa nyaman dan tentu sebagai efek jera dan pembelajaran bagi para pelaku," ucapnya.

Selain Muspidauan, turut menjadi korban adalah Sekretaris Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Nasir Panyalai. Rumah Nasir disiram bensin oleh pelaku di hari yang sama.

Dalam kasus ini Polda Riau dan Polresta Pekanbaru telah menangkap tiga pelaku. Mereka yakni Irwan, Didik dan Boy.

"Ketiganya kita tangkap di tiga lokasi berbeda. Ada yang di kantor LAM Kota Pekanbaru, Jalan Melur dan terakhir di wilayah Kubang," ujar Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Effendi dalam konferensi pers, Jumat (12/3) lalu.

Dari keterangan ketiganya, motif yang melatar belakangi aksi teror itu yakni berkaitan dengan Musdalub LAM Pekanbaru beberapa waktu lalu. Para pelaku merasa tidak senang dengan keputusan dalam Musdalub tersebut.

Muspidauan terpilih menjadi Ketua Harian LAM Pekanbaru membuat aktor intelektual teror kepala anjing itu tidak senang. Sehingga, para pelaku yang ditangkap polisi itu disuruh meneror Muspidauan. Hanya saja, polisi baru menangkap orang suruhan saja.

"Mereka tidak senang. Sehingga mereka sempat memprotes dengan tujuan agar mereka tetap eksis berada di property atau aset yang ada di LAM Pekanbaru," jelasnya.

Polisi masih memburu dalang teror pelemparan potongan kepala anjing ke rumah Muspidauan. "Tunggu kita tangkap," katanya.

Selain J, polisi juga masih memburu BI yang juga pelaku dalam aksi tersebut. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kriminal
  3. Pekanbaru
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini