Kejari Purwokerto tahan lima tersangka korupsi dana desa

Selasa, 13 Maret 2018 18:32 Reporter : Abdul Aziz
Ilustrasi borgol. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwokerto menahan lima orang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa. Dari lima tersangka, 2 diantaranya Kepala Desa dan tiga lainnya perangkat desa.

Kelima tersangka itu adalah Kepala Desa Tipar Sirun dan bendahara desa Siti Nurfaedah. Tersangka lain berasal dari Desa Krajan Kecamatan Pekuncen, yakni Muklis alias M, Kepala Desa Krajan, Nurkholis alias N, Kepala Seksi Kesra dan pembangunan, serta Mudin alias M, Sekretaris Desa.

Kepala Kejari Purwokerto, Rina Vinawati mengatakan penyelidikan kasus ini telah dilakukan setahun terakhir. Lantaran sudah lengkap dan akan segera disidangkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) berpendapat agar para tersangka ditahan.

"Penahanan tersangka laki-laki di rutan di Purwokerto. Sedangkan yang perempuan di Banyumas, rutan khusus wanita," jelas Rina Virawati, Selasa (13/3).

Berdasar perhitungan badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Banyumas, kerugian negara yang dialami dari korupsi di desa Tipar berkisar Rp 335.911.249. Sedangkan kerugian negara dari dana Desa Krajan diduga mencapai Rp 92.223.094.

"Para tersangka itu menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi antara 2014-2016," ujarnya.

Dia menambahkan, para tersangka ditahan mulai Selasa (13/3) hingga 20 hari ke depan atau 1 April 2018. Jika belum disidangkan, jaksa dengan pertimbangan objektif dan subjektif bisa menahan atau membebaskan para tersangka. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini