Kejar Target, Vaksinator di Tasikmalaya Datangi Lokasi Lansia Ambil Uang Pensiun

Jumat, 4 Juni 2021 19:27 Reporter : Mochammad Iqbal
Kejar Target, Vaksinator di Tasikmalaya Datangi Lokasi Lansia Ambil Uang Pensiun Vaksinasi lansia. ©2021 Pemkab Banyuwangi

Merdeka.com - Berbagai upaya dilakukan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dalam pelaksanaan vaksinasi bagi lansia. Mereka di antaranya mendatangi tempat berkumpulnya para lansia untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19.

"Kita mencoba melakukan terobosan. Salah satunya mendatangi tempat para lansia berkumpul, di bank untuk mengambil uang pensiun. Memang tidak semua yang datang mau, ada sebagian yang memilih divaksinasi di puskesmas dekat rumah. Ada juga yang bertanya dulu ke anaknya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra, Jumat (4/6).

Asep mengungkapkan, pihaknya memiliki target pemberian vaksin Covid-19 kepada 71 ribu lansia. Sejauh ini yang sudah menerima vaksin baru 11 persen atau sekitar 8.000 orang menerima dosis pertama dan 5000 orang dosis kedua.

Menurut dia, memberikan suntikan vaksin kepada lansia bukanlah hal yang mudah. "Lansia ini perlu diberikan pemahaman soal vaksinasi. Kita tentunya akan terus melakukan pendekatan (agar mau divaksin Covid-19)," ungkapnya.

Selain mendatangi tempat berkumpul para lansia, Asep mengatakan, vaksinator dari puskesmas pun turun ke RW-RW. Ketua RW sebelumnya mengumpulkan para lansia, lalu petugas datang untuk memvaksinasi.

"Jadi para lansia ini tidak perlu jauh-jauh datang ke puskesmas. Walau hanya 10 orang lansia, kita tetap lakukan vaksinasi di RW-RW. Tapi kalau mau datang ke puskesmas langsung juga bisa. Karena para petugas siaga terus di puskesmas," katanya.

Asep menyatakan stok vaksin Covid-19 di Kota Tasikmalaya masih aman. Terakhir, pihaknya menerima 950 vial yang diperuntukkan bagi 9.500 warga.

Dalam proses vaksinasi kepada lansia, Asep mengakui ada beberapa orang yang mengalami kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

"Ada beberapa yang dirawat. Namun bisa kembali pulih. Salah satu faktornya itu belum makan atau kurang tidur. Karenanya kalau mau vaksinasi harus mempersiapkan kondisi tubuh dengan baik," tutup Asep.

Pasien Lansia di Garut

Vaksinasi terhadap lansia ini dinilai penting karena mereka masuk dalam golongan yang rentan jika terpapar Covid-19. Di Garut, misalnya, sekitar 63 persen dari ratusan pasien Covid-19 yang meninggal dunia merupakan lansia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan, kondisi ini terjadi karena para lansia yang terpapar virus corona umumnya memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Leli menjelaskan, para lansia di Kabupaten Garut kebanyakan terpapar dari orang yang melakukan perjalanan. "Lansia jarang yang pergi ke sana ke sini. Justru yang muda-muda ini (yang melakukan perjalanan) kemudian membawa virus corona. Di yang muda-mudanya kuat, tapi yang lansia itu yang nanti yang nggak kuat gitu dan akhirnya jadi korban," jelas Leli, Jumat (4/6).

Dia menambahkan, pasien Covid-19, baik lansia atau masih muda, yang meninggal dunia di Garut hampir bisa dipastikan memiliki penyakit penyerta.

Kamis (3/6), Kabupaten Garut mencapai rekor tertinggi jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mencatat terdapat 12 orang meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.

Leli menyebut bahwa jumlah ini yang tertinggi selama pandemi Covid-19. Korban meninggal kebanyakan lansia. "Semuanya (yang meninggal) dengan komorbid (penyakit penyerta) semua. Rata-rata lansia memang, risiko tinggi kan mereka. Yang usia muda juga dengan komorbid," sebut Leli.

Di hari yang sama terjadi 119 penambahan kasus Covid-19. "Memang kita peningkatan 3 sampai 4 kali lipat. Penyebabnya karena ini teh banyak klaster keluarga, pulang dari Pangandaran sekeluarga, akibat tidak melaksanakan 5M. Rata-rata dari luar kota setelah wisata," jelasnya. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini