Kejar Target Vaksinasi, Kapolri dan Panglima TNI Gandeng PCNU Banyuwangi

Kamis, 14 Oktober 2021 22:05 Reporter : Nur Habibie
Kejar Target Vaksinasi, Kapolri dan Panglima TNI Gandeng PCNU Banyuwangi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau Serbuan Vaksinasi di Banyuwangi, Kamis (14/10). ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kegiatan Serbuan Vaksinasi yang diselenggarakan TNI-Polri bersama PCNU Banyuwangi di RSNU Mangir, Banyuwangi, Kamis (14/10). Kegiatan ini dilakukan bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Sigit menyampaikan, sinergitas dengan PCNU Banyuwangi dan stakeholder lainnya itu untuk mengejar target vaksinasi 70 persen masyarakat yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dan kemudian terkait vaksinasi harus kami tingkatkan dan percepat, sehingga kemudian seluruh masyarakat Indonesia yang diharapkan Bapak Presiden minimal 70 persen bisa tercapai," kata Sigit, Kamis (14/10).

Mantan Kabareskrim Polri ini menekankan, untuk mencapai target itu harus dilakukan suntikan dua juta dosis vaksin dalam sehari. Untuk mencapai angka itu, disebutnya perlu adanya sinergi dengan seluruh pihak untuk bersatu padu menciptakan kekebalan komunal.

"Jadi target kami bagaimana dalam satu hari bisa dilaksanakan dua juta (dosis) untuk seluruh rakyat Indonesia. Dan ini perlu kerja keras kita semua, gabungan dari seluruh tenaga vaksinator untuk bersama-sama bersinergi, bersatu padu, sehingga target pencapaian ini bisa tercapai dan ini tentunya harapan kita semua," ujarnya.

Akselerasi vaksinasi, papar Sigit, perlu dilakukan lantaran pemerintah telah memberikan kelonggaran terhadap aktivitas masyarakat. Tentunya, pelonggaran yang ada harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) serta akselerasi vaksinasi.

Dengan begitu, lanjut Sigit, potensi laju pertumbuhan Covid-19 tidak terjadi di tengah kelonggaran yang ada. "Indonesia sempat mengalami lonjakan kasus harian virus corona yang cukup tinggi, namun saat ini telah mengalami penurunan drastis, sehingga diperlukan upaya yang maksimal untuk menghindari adanya lonjakan kembali terjadi," ucapnya.

Sigit menyebut, penanganan dan pengendalian Covid-19 Indonesia berada di peringkat pertama untuk kawasan Asia Tenggara. Karena itu, tren positif tersebut harus dipertahankan dengan kerja sama dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat bersama dengan pemerintah.

"Alhamdulilah Indonesia yang sempat berada di bawah saat ini ada di angka tertinggi. Tentunya ini harus dipertahankan. Beberapa penurunan level tentunya ada pelonggaran, sehingga masyarakat bisa beraktivitas. Ketika aktivitas masyarakat mulai kembali normal, tentunya kita harus menjaga angka Covid-19 jangan naik kembali. Bagaimana caranya, mau tak mau kita harus melaksanakan prokes yang ketat," sebutnya.

Di sisi lain, Sigit juga menyinggung soal penanganan terhadap kontingen yang selesai bertanding di PON ke-XX Papua. Pemda harus menyiapkan karantina yang tepat, guna menghindari terjadinya klaster baru.

"Oleh karena itu saya titip juga Pemda, ofisial dan atlet yang kembali paska-PON laksanakan prokes bagaimana dilaksanakan karantina, dites di-PCR lagi, sehingga dipastikan masyarakat dan ofisial serta atlet dipastikan negatif, sehingga kemudian bisa berinteraksi lagi dengan masyarakat," ungkapnya.

Lebih dalam, Sigit juga memaparkan kesiapan ataupun upaya untuk menghadapi beberapa event-event internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Dalam kunjungan itu, Panglima TNI dan Kapolri juga menyempatkan untuk menyapa langsung puskesmas di Banyuwangi secara virtual. Dalam interaksinya itu, Sigit berharap sinergitas TNI, Polri dan seluruh pihak untuk terus dipertahankan ke depannya.

"Pesan kami walaupun kegiatan vaksinasi rata-rata di atas 58 persen, namun prokes tetap dilaksanakan, sehingga pencapaian tetap 100 persen dan angka Covid-19 bisa dikendalikan. Karena apa? Sebentar lagi kita menghadapi hari-hari besar, libur panjang, sehingga tentunya ini resisten akan ada peningkatan kalau kita tidak jaga," jelasnya.

"Tapi sekali lagi terima kasih atas seluruh kerja keras dari rekan-rekan TNI, Polri Dinkes kecamatan dan relawan yang terus berjuang, sehingga sampai saat ini laju Covid-19, khususnya di Banyuwangi bisa tertangani dengan baik," sambungnya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebut, 17.000 dosis vaksin ditargetkan diberikan kepada masyarakat tersebar di 45 titik fasilitas kesehatan di Banyuwangi, salah satunya di RSNU Mangir. Di rumah sakit ini, 1.600 orang telah mendapatkan suntukan vaksin dengan melibatkan 573 vaksinator gabungan TNI-Polri dan Dinkes.

"Sasaran vaksinasi baik dosis pertama dan kedua harus sesuai target, sehingga tentunya akan diikuti oleh pemulihan ekonomi. Selanjutnya, strategi secara demografi masyarakat di wilayah bapak apakah jemput bola, ataukah dilaksanakan di gerai-gerai vaksin yang ada di suatu tempat seperti stadion dan sebagainya," ujar Hadi.

Terkait hal tersebut, salah satu kepala puskesmas mengatakan, puskesmas melakukan layanan jemput bola untuk vaksinasi. "Kita menyesuaikan kalau kasusnya jemput bola. Hari ini kita misalnya jemput bola di Dusun Jalen Darungan dan Dusun Jenisari," ujarnya.

"Bagus sekali Pak, terima kasih pelaksanaannya dan terpenting adalah sinergi antara pemerintah pusat, TNI-Polri, dan Dinkes serta relawan daerah. Saya yakin dengan semangat kebersamaan target yang akan kita capai pasti akan sesuai harapan," kata Hadi.

Selain itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan rasa bangga kepada masyarakat Kabupaten Banyuwangi yang antusias untuk mengikuti kegiatan vaksinasi.

"Saat ini bahwa tren kasus Covid-19 sudah turun, kita patut bersyukur, namun saya ingatkan kita tetap harus waspada. Bersyukur tapi waspada, waspadanya apa? Sesuai dengan apa yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden, kita harus selalu melaksanakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker," ungkapnya.

Hadi menegaskan, penggunaan masker adalah kunci terpenting dalam mencegah penyebaran Covid-19. "Masker bisa melindungi kita dari terpaparnya Covid-19, sehingga tren kasus sudah turun namun kita tetap diwajibkan untuk terus menggunakan masker," tegasnya.

Usai meninjau Serbuan Vaksinasi, Panglima TNI, Kapolri dan Kasal memberikan bantuan sosial kepada warga masyarakat Banyuwangi yang terdampak pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, kegiatan serbuan vaksinasi ini merupakan inisiasi TNI-Polri dan PCNU Banyuwangi yang dilaksanakan secara serentak di 45 titik yaitu RSNU Mangir Banyuwangi dan 25 Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Lokasi utama pelaksanaan kegiatan Serbuan Vaksinasi ini adalah RSNU Mangir Banyuwangi. Sementara itu vaksinasi di 25 kecamatan dilaksanakan di masing-masing puskesmas.

Total target vaksinasi sebanyak 16.000 dosis suntikan. Rinciannya, 1.500 dosis untuk RSNU Mangir dan 14.500 dosis untuk 25 kecamatan. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini