Kejar setoran buat sopir Kopaja ugal-ugalan

Senin, 21 September 2015 06:00 Reporter : Supriatin
Kejar setoran buat sopir Kopaja ugal-ugalan kopaja tabrak motor di buncit. ©2015 Merdeka.com/al amin

Merdeka.com - Kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di jalanan. Salah satunya yang paling sering adalah aksi ugal-ugalan para sopir Kopaja, seperti yang terjadi di Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (16/9).

Sopir Kopaja menghajar pengemudi GO-JEK, Gunawan. Kala itu Gunawan tengah membonceng istri yang sedang hamil beserta anak anaknya. Akibat kecelakaan itu, Gunawan dan istrinya meninggal dunia.

Mendengar informasi kecelakaan tersebut, Mangunsong (55), sopir Kopaja jurusan Blok M-Ragunan mengatakan tidak semua sopir Kopaja begajulan. Dia menolak jika publik menilai pengendara Kopaja tidak beretika dalam mengemudi.

"Enggak mungkin ya kejadian itu murni salah sopir. Sebenarnya jangan menyalahkan sopir Kopaja, toh di jalan banyak motor. Motor itu tidak memikirkan Kopaja, mereka terlalu banyak," ujar Mangunsong saat berbincang dengan merdeka.com di Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (18/9).

Mangunsong tidak mengelak adanya beberapa sopir Kopaja yang ugal ugalan saat mengendara. "Namun itu tidak semua sopir Kopaja," ujarnya.

Lanjut dia, sopir Kopaja yang ugal ugalan diduga karena mengejar setoran setiap harinya. Tidak hanya itu, Mangunsong membenarkan jika didorong faktor ekonomi.

"Memang ada kayak gituan. Lagi-lagi enggak semua ya. Ada juga karena kejar setoran, ekonomi lemah, makanya kejar cepat. Jelas masalah ekonomi karena dorongan kehidupan. Ada juga yang brengsek, itu mikir duit, tapi bukan mikir pemilik Kopaja," ungkap dia.

Jika diklaim maraknya sopir Kopaja ugal ugalan, Mangunsong menegaskan itu kembali lagi kepada pribadi pengendaranya. Sebelum diizinkan menjadi sopir Kopaja, pengendara terlebih dahulu dicoba kelincahan dan kehati-hatian mengendara. Namun, lanjutnya, terkadang karakter orang berbeda beda. Ada yang tidak sabar dalam mencari nafkah, ada pula yang santai tapi selamat.

"Kita kalau kerja hati-hati, siapa yang mau kecelakaan. Enggak ada yang mau kecelakaan saat bekerja. Kalaupun terjadi, ya itu namanya juga cobaan. Kita enggak tahu kapan kita kecelakaan, dengan siapa kita kecelakaan, di mana, dan siapa yang kita nabrak," pungkas Mangunsong. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini