Kejagung Periksa Eks Wagub Sumsel Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembelian Gas Bumi

Jumat, 19 Februari 2021 14:04 Reporter : Bachtiarudin Alam
Kejagung Periksa Eks Wagub Sumsel Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembelian Gas Bumi Gedung Kejaksaan Agung. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan kepada mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel),Ishak Mekki (IM) sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pada Pembelian Gas Bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan Dan Energi (PDPDE) Sumsel.

Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan pemeriksaan kepada IM yang juga sebagai Dewan Pengawas PDPDE Sumsel, dilakukan oleh Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.

"Saksi yang diperiksa yaitu IM selaku mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Dewan Pengawas PDPDE Sumsel)," kata Leonard dalam keteranganya, Kamis (18/2) kemarin.

Leonard menyampaikan jika pemeriksaan ini berguna untuk merncari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana yang terjadi dalam kasus Pembelian Gas Bumi oleh PDPDE Sumsel.

Awal mula kasus perkara terkait dugaan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah dan Pertambangan Energi Sumatera Selatan. Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tiga saksi terkait kasus dugaan korupsi Pembelian Gas Bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan Dan Energi Sumsel.

Pemeriksaan tiga saksi itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor:Print-09/F.2/Fd.1/01/2020. Ketiga saksi yang diperiksa yakni, Direktur PT. Transportasi Gas Indonesia, Fahrizal Sulaiman, Spesialis Keuangan dan Monetisasi Kantor Pusat SKK Migas, Yusuf Asmara, dan mantan Direktur Keuangan PD PDE Tahun 2012 sampai dengan 2016, Adrian Utama Gani.

"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum serta mengumpulkan alat bukti guna membuktikan tindak pidana yang terjadi pada proses Pembelian Gas Bumi oleh Perusahaan Daerah (PD) Pertambangan Dan Energi (PDE) Sumatera Selatan," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keteranganya, Kamis (10/12/2020).

Leonard mengatakan, pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid 19. Antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

"Lengkap serta bagi para saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan," tandasnya. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kejaksaan Agung
  3. Kasus Korupsi
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini