Kejagung Kembali Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Ekspor Nasional LPEI

Kamis, 13 Januari 2022 22:03 Reporter : Bachtiarudin Alam
Kejagung Kembali Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Ekspor Nasional LPEI Tersangka Korupsi LPEI. Dokumen Kejagung

Merdeka.com - Kejagung kembali menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi dalam Penyelenggaraan Pembiayaan Ekspor Nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Tahun 2013-2019. Kasus dugaan korupsi ini merugikan negara sampai Rp2,6 triliun.

"Jampidsus telah menetapkan dua orang tersangka terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penyelenggaraan Pembiayaan Ekspor Nasional Oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Tahun 2013-2019," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Kamis (13/1).

Kedua tersangka tersebut yaitu Purnomo Sidhi Noor Mohammad (PNSM), selaku mantan Relationship Manager LPEI periode 2010-2014 sekaligus mantan Kepala Departemen Pembiayaan UKM LPEI periode 2014-2018. Kedua Djoko Slamet Djamhoer (DSD) selaku mantan Kepala Divisi Analisa Risiko Bisnis II LPEI periode April 2015-Januari 2019.

"Untuk mempercepat proses penyidikan, selanjutnya terhadap dua orang Tersangka dilakukan penahanan," kata Leonard.

Adapun penahanan dilakukan kepada kedua tersangka PNSM dan tersangka DSD ditahan sejak 13 Januari 2022 selama 20 hari sampai 1 Februari 2022 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

PNSM dan DSD diduga turut terlibat dalam perbuatan melawan hukum tersebut, dari perhitungan sementara penyidik mengakibatkan kerugian keuangan negara (Group Walet dan Group Johan Darsono) kurang lebih sebesar Rp2,6 triliun.

Penyidik saat ini masih dilakukan perhitungan kerugian keuangan Negara oleh BPK RI. Dari perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Keduanya dikenakan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. Subsidair, Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

tersangka korupsi lpei
Dokumen Kejagung
2 dari 2 halaman

5 Tersangka

Kejagung sebelumnya telah menetapkan lima tersangka yakni, AS selaku Direktur Pelaksana IV/Komite Pembiayaan dan selaku Pemutus awal sampai akhir Group Walet serta selaku Direktur Pelaksana Tiga LPEI periode 2016 dan selaku Komite Pembiayaan (Pemutus) Group Johan Darsono.

Lalu, FS selaku Kepala Divisi Pembiayaan UKM 2015-2018; JAS selaku Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) LPEI Surakarta periode 2016; JD selaku Direktur PT Mount Dreams Indonesia; dan S selaku Direktur PT. Jasa Mulia Indonesia, PT. Mulia Walet Indonesia dan PT. Borneo Walet Indonesia.

Dengan telah ditetapkannya sebagai tersangka, maka kelimanya diputuskan ditahan guna mempercepat proses penyidikan. Untuk AS; FS; dan JD ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari sampai 25 Januari nanti.

Sementara untuk dua tersangka lainnya yaitu, JAS dan S ditahan selama 20 hari sampai 25 Januari di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. [gil]

Baca juga:
Berkas Rampung, Pengacara Merintangi Penyidikan Korupsi LPEI Segera Disidang
Dukung Penegakan Hukum, LPEI Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Korupsi
Strategi LPEI Bantu UKM Naik Kelas dan Jajal Pasar Global
Strategi LPEI Kembangkan Pelaku Usaha Berorientasi Ekspor
Biji Kakao Jembrana Bali Sukses Rambah AS Hingga Belgia
Ini Tugas Bos Baru LPEI dari Menteri Sri Mulyani
Bantu Pemulihan Ekonomi, LPEI Salurkan PMN Rp5 Triliun untuk UMKM di 2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini