Kecewa Praperadilan Imam Nahrawi Ditolak, Pengacara Sebut Ada Bukti Kwitansi

Selasa, 12 November 2019 14:11 Reporter : Nur Habibie
Kecewa Praperadilan Imam Nahrawi Ditolak, Pengacara Sebut Ada Bukti Kwitansi Menpora Imam Nahrawi di KPK. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Saleh, selaku kuasa hukum mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi merasa kecewa atas putusan yang diberikan Hakim Tunggal Elfian. Dalam sidang putusan itu, Eflian menolak gugatan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kekecewaannya itu terkait bukti kwitansi yang diserahkan pihak termohon yakni KPK menjadi pertimbangan hakim dalam putusan itu. Karena, dalam bukti tersebut adanya suatu kejanggalan.

"Bukti kwitansi T43 padahal bukti tersebut hanya di tandatangani oleh Johnny F Awu, sementara di sebelah kiri ada nama Ending Fuad Amin itu belum tandatangani selaku sekjen KONI," kata Saleh di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/11).

"Jadi kita masih meragukan bukti itu, karena tidak di tandatangani kedua belah pihak, baik sekjen KONI. Namun hanya di tandatangani oleh bendahara KONI. Artinya apa itu bagi kami bukti itu masih belum sempurna," sambungnya.

Sebelumnya, Hakim tunggal Elfian menolak gugatan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sidang ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam putusannya itu, Hakim tunggal Elfian menyebut, penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi yang dilakukan oleh KPK telah dilakukan secara sah.

"Mengadili, menyatakan eksepsi pemohon tidak dapat diterima. Menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya," ujar Elfian dalam persidangan Imam Nahrawi, Jakarta Selatan, Selasa (12/11). [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini