Kecelakaan Tol Cipularang, Polisi Sebut Pemilik Truk Berpeluang Jadi Tersangka

Rabu, 4 September 2019 15:08 Reporter : Bram Salam
Kecelakaan Tol Cipularang, Polisi Sebut Pemilik Truk Berpeluang Jadi Tersangka Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi di Lokasi Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang. ©2019 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Polisi menyebut ada peluang tersangka baru dalam kasus kecelakaan menewaskan delapan orang di KM 91.400 Tol Cipularang pada Senin (2/9). Saat ini, polisi sudah menetapkan dua tersangka.

Para tersangka adalah S alias Subana (43) dan D alias Dedi (50). Keduanya sopir truk. Subana sopir truk yang menyeruduk sedikitnya 18 kendaraan. Sedangkan D, sopir yang truknya terguling.

Dasar keduanya ditetapkan sebagai tersangka salah satunya karena membawa muatan pasir melebihi muatan. S membawa muatan pasir seberat 12 ton namun faktanya 37 ton. Sehingga saat ada antrean kendaraan ia tak kuasa menahan serta mengendalikan kendaraan.

"S dan almarhum D ini hanya sopir. Kami akan lakukan pengembangan ke depannya terkait siapa yang memasukan pasir ke bak truk melebihi kapasitas," kata Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius, di Polres Purwakarta. Rabu (4/9).‎

Kemungkinan bertambahnya tersangka bukan tanpa alasa. Sebab, polisi akan memeriksa manajemen dan pemilik kendaraan.

"Dimungkinkan orang manajemen atau perusahaan tanah ini akan kami perdalam dan minta saksi. Apabila ada pengembangan, bisa memungkinkan jadi tersangka. Dalam kaitannya menyimpan muatan melebihi kapasitas truk," ujar dia.

Dalam kasus ini, dari delapan korban tewas, empat orang belum teridentifikasi karena luka bakar yang nyaris 100 persen.

Jasad ke empat korban tewas terbakar sudah dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati untuk mempermudah identifikasi lewat sample DNA dari keluarga. Sedangkan empat korban meninggal lainnya sudah dibawa pihak keluarga.

"Karena D meninggal, status tersangkanya gugur. Subana dijerat Pasal 310 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Juncto Pasal 359 KUH Pidana," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Ancaman pidana di pasal itu di atas lima tahun. Karenanya, penyidik berhak menahan tersangka bernama Subana. Subana turut jadi korban luka. Ia dirawat di RS MH Thamrin. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Kecelakaan Tol Cipularang
  2. Purwakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini