Kebun Raya Bogor LIPI Tak Gelar Salat Idulfitri 1442 H

Rabu, 12 Mei 2021 16:44 Reporter : Merdeka
Kebun Raya Bogor LIPI Tak Gelar Salat Idulfitri 1442 H Salat Idul Adha 1441 H di Masjid Al-Azhar. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kondisi pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat sejumlah tempat tidak lagi menyediakan lokasi ibadah Salat Idulfitri 1442 H. Salah satunya di Kebun Raya Bogor LIPI, Bogor, Jawa Barat.

Peniadaan giat Salat Idulfitri mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kewilayahan.

"Serta hasil keputusan Rapat Terbatas Kabinet pada Selasa (19/4) tentang pelarangan kegiatan keagamaan yang bersifat masif, tahun ini Kebun Raya Bogor LIPI kembali tidak menggelar salat berjemaah dalam momen Idulfitri 1442 H," tulis keterangan pers Humas LIPI, Rabu (12/5).

Sementara itu,Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta kepada seluruh masyarakat yang berada di zona tinggi (merah) dan menengah (oranye) paparan Covid-19 untuk menggelar Salat Idulfitri 2021 di rumah masing-masing.

Dia mengatakan Salat Idulfitri 2021 yang digelar di masjid diperuntukan bagi daerah yang masuk zona kuning atau hijau. Namun, penggunaannya hanya diisi oleh 50 persen jemaah.

"Jadi, saya ulangi lagi, kalau dia zonanya hijau dan kuning, dia bisa (salat) Idulfitri di ruang publik yaitu masjid sesuai syariat, tapi tetap dengan pembatasan 50 persen," kata Ridwan dalam keterangannya, Bandung, Selasa, 11 Mei 2021.

"Kalau zonanya oranye dan merah karena rawan penyebaran, direkomendasi salat Ied-nya dirumah saja, kira-kira begitu," Ridwan Kamil menambahkan.

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa zonasi paparan Covid-19 yang dipakai kali ini adalah zonasi untuk tingkat RT mau pun RW yang mengacu pada ketetapan Satgas Covid-19 Kota dan Kabupaten.

Ridwan Kamil menyebutkan untuk Kota Bandung nanti, pada Salat Idulfitri tidak semua RT dan RW serempak melaksanakannya.

"Saya akan Salat Idulfitri di kediaman sama dengan bapak presiden yang tidak salat di (masjid) Istiqlal. Saya juga menghimbau kepala seluruh kepala daerah di Jabar untuk melakukan hal yang sama," kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menyanggah adanya pelarangan Salat Idulfitri, karena yang ada adalah menggelar salat Idul Fitri sesuai dengan status zona paparan Covid-19.

Selain itu, Ridwan Kamil juga melarang adanya kunjungan atau silaturahmi usai Salat Idulfitri digelar. Alasannya hal itu merupakan tindakan berisiko untuk memaparkan Covid-19.

"Justru potensi bahayanya disana. Antar tetangga saling mengunjungi, ngobrol, makan, apa dan sebagainya sambil buka masker. Sehingga tidak kita anjurkan dan kita larang. Termasuk ziarah kubur, yang dapat dilakukan usai tanggal 16 Mei 2021," Ridwan Kamil menekankan.

Pemerintah Jawa Barat menyebutkan hingga tanggal 16 Mei 2021, lokasi pemakaman ditutup total dari berbagai kunjungan.

Reporter: Nanda Pedana Putra
Sumber: Liputan6.com [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini