Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas, Helikopter KLHK Dikerahkan

Selasa, 2 Maret 2021 16:11 Reporter : Abdullah Sani
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas, Helikopter KLHK Dikerahkan Kostrad padamkan kebakaran Riau. ©2013 Merdeka.com/penkostrad

Merdeka.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kian meluas. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun mengerahkan helikopter water bombing (WB) untuk memadamkan api di hutan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (GSK) di Kabupaten Bengkalis.

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu adalah sebuah lahan gambut raksasa di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak. Luasnya 705.271 hektare, cagar biosfer ini dideklarasikan UNESCO dalam Man and the Biosphere (MAB) Programme guna mendukung industri kayu berkelanjutan

Tenaga ahli KLHK Bidang Landscape Fire, Rafles B Panjaitan, mengatakan, pihaknya membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau, khususnya di Giam Siak Kecil. Tim yang dikerahkan diperkuat 1 unit helikopter water bombing.

"Kalau untuk heli KLHK ini akan digunakan di Giam Siak Kecil, di sana sudah kita flyover, kemudian ada beberapa titik di situ (kebakaran). Tim di sana sudah ada dari Manggala Agni dan TNI, Polri, Babinsa dan Babinkamtibmas," katanya, Selasa (2/3).

Rafles memaparkan pengerahan tim dan helikopter ini sesuai hasil rapat presiden Joko Widodo dan Menteri Sity Nurbaya 9 Februari. Presiden memerintahkan agar kebakaran hutan dan lahan segera ditangani.

Helikopter yang diperbantukan untuk pemadaman di cagar biosfer itu memiliki kapasitas angkut 1 ton air. Helikopter itu digunakan untuk patroli dan pemadaman titik api yang sulit diakses dan masih kecil.

"Kapasitasnya memang kecil ya hanya 1 ton air. Tapi ini sangat efektif kalau masih kebakaran kecil. Jadi bisa di-support oleh tim dari udara dan darat," ucap Rafles.

Tim KLHK juga bekerja dari darat bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan juga instansi lainnya. Selanjutnya, akan datang kembali helikopter dari pemerintah pusat setelah ada kontrak.

"Saat ini ada satu heli dari KLHK dan 6 bantuan heli dari Sinarmas. Sudah mulai sortie di Dumai, Bangkalis, Rohil dan perbatasan," jelasnya.

Menurut Rafles, helikopter itu di-stand-by-kan di Dumai. Bandara Pinang Kampai di Dumai dinilai sebagai lokasi strategis dan dekat dengan titik-titik rawan karhutla di Bengkalis, Dumai dan Siak.

"Heli didaratkan di Dumai karena ini sekali terbang 2,5 jam. Maka kalau kita buat di Dumai sortie bisa banyak. Bisa beberapa kali dia terbang untuk membantu proses pemadaman," ucapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau Jim Gafur mengatakan, sejak awal tahun 2021 lahan terbakar tercatat mencapai 468,06 hektare (Ha). "Sudah 468,06 hektare lahan terbakar di Riau," ujarnya.

Lahan yang terbakar tersebar di 9 kabupaten dan kota di Riau. Lahan terbakar paling luas terjadi di daerah Bengkalis yang sudah mencapai 151 Ha, disusul Dumai 82,35 Ha, dan Indragiri Hilir mencapai 76 Ha.

"Siak 59,5 Ha, Pelalawan 32,5 Ha, Meranti 26,5 Ha, Rohil 17 Ha, Inhu 15,5 Ha. Lalu di Kampar 8,05 Ha lahan terbakar," imbuh Gafur.

Polda Riau sudah menangkap 6 petani terkait kasus kebakaran lahan. Keenamnya kini telah diproses di Polres jajaran. Namun, belum ada perusahaan yang diselidiki polisi.

"Total sudah 6 orang pelaku karhutla ditangkap. Dua orang di Bengkalis, dua orang Dumai, satu Meranti dan satu orang dari Kampar," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan mencopot aparat TNI-Polri di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan apabila lalai dalam pencegahan Karhutla. Ancaman itu sudah disampaikan Jokowi sejak 2016. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini