Kebakaran di food court Matos, pengunjung berhamburan

Rabu, 25 Mei 2016 16:28 Reporter : Darmadi Sasongko
Kebakaran di food court Matos, pengunjung berhamburan Kebakaran di Matos. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Asap tebal mendadak muncul dari food court Malang Town Square (Matos). Pengunjung yang sedang menikmati makanan, dibuat lari berhamburan dari tempat duduknya.

Sejumlah pengunjung panik karena muncul asap dari deretan kios restoran sisi timur. Saksi melihat, asap muncul dari stand bebek goreng Well Duck, diikuti para karyawannya yang berlarian.

Seorang karyawan melompat dari pantry untuk menyelamatkan diri, diikuti teriakan panik.

"Pengunjung berlarian, karena ada yang berlari melompati pantry," kata Gesang, pengunjung yang datang bersama istri dan bayinya, Rabu (25/5).

Kata Gesang, saat kejadian dirinya duduk di depan warung nasi goreng. Karena saat itu memang sedang menikmati mie, bergantian dengan istrinya yang sedang menyusui bayinya.

Gesang tidak melihat adanya api, tetapi memang asap sangat tebal yang terus keluar dari kios restoran yang berjajar. Sementara pengunjung dalam kondisi penuh, karena jam istirahat.

"Saya tidak sampai selesai makan mie, tapi berhubung ada kepanikan saya ikut lari. Apalagi saya ada bayi bersama ibunya," katanya.

Seorang penjaga yang mengaku sedang melayani pembeli ikut berlarian. Saat itu sedang mengambil piring dan gelas untuk dibersihkan. Ia takut terjadi apa-apa sehingga langsung spontan ikut berlari.

"Saya melihat ada api dari penggorengan ke atas. Tapi tidak tahu kok ada asap ke mana-mana," kata perempuan yang enggan disebut namanya itu.

Petugas langsung memadamkan api. Tidak begitu lama petugas berhasil menguasai situasi, kendati asap tetap terlihat memenuhi ruangan.

Petugas juga langsung melakukan pembersihan dan pengecekan saluran listrik di lima kios yang berjajar. Semua peralatan listri dimatikan. Akibat kejadian itu kios restoran berhenti beroperasi, yakni Pangsit Mie Bromo Pojok, Nasi Goreng Top, Red Cherry, Rica-rica Manado dan Wellduck.

Operasional Manager Matos, Suwanto saat dikonfirmasi mengungkapkan, bahwa instalasi listrik, air dan AC sudah sesuai dengan standar. Pihaknya juga memiliki prosedur yang secara rutin melakukan pengecekan instalasi tersebut.

"Kami juga selalu mengingatkan kepada pemilik restoran untuk mengecek selalu kebersihannya secara rutin," ujar Suwanto.

Kata Suwanto, asap tebal dipicu dari minyak yang terlalu penuh di penggorengan di restoran Well Duck. Akibatnya api yang terlalu tinggi tersedot oleh saluran pembuangan yang dipasang di atap dan terintegrasi.

"Karena pengunjung sedang ramai-ramainya otomatis semua berlarian," imbuhnya.

Namun kejadian sekitar pukul 14.00 WIB itu berhasil dipadamkan cukup dengan Apar milik Matos. Asumsi terkuat, katanya, asap berasal dari kompor Well Duck, kendati belum bisa disimpulkan secara pasti, karena sedang dilakukan investigasi.

"Kita selalu mengimbau untuk melakukan kebersihan alat. Kita selalu ngomong untuk membersihkan. Kalau memang terbukti, pihak restoran Well Duck harus menanggung semuanya," tutup dia. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran
  2. Malang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini