Keamanan laut Indonesia masih diabaikan pemerintah

Rabu, 12 Juni 2013 14:15 Reporter : Agib Tanjung
Keamanan laut Indonesia masih diabaikan pemerintah kapal thanker. shutterstock

Merdeka.com - Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) merupakan masalah yang penting bagi kedaulatan negara Indonesia, mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan. Namun hingga saat ini ternyata pemerintah masih belum peduli tentang masalah tersebut. Hal itu bisa menjadi ancaman dan membahayakan negara.

Permasalahannya beragam, dari wilayah kekuasaan ALKI/teritorial laut Indonesia yang tidak jelas hukumnya, Indonesia tidak punya kapal perang yang layak, teknologi yang tertinggal, sampai ke permasalahan borosnya pemerintah Indonesia tiap tahun dalam hal pembelian persenjataan laut.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Andi Widjajanto meminta ALKI harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. Karena jika tidak diperhatikan, realitanya akan masih seperti saat ini, bahwa Indonesia seperti tidak mempunyai ALKI.

"Indonesia saja dari segi teknologi sudah jauh tertinggal dengan negara-negara lain di dunia. Indonesia tidak punya kapal yang layak," kata Andi di Gedung IASTH, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Rabu (12/6).

Menurut Andi, jika Indonesia juga tidak mampu bersaing dalam peperangan laut. Indonesia juga tak mempunyai kapal perang yang memadai.

Menurutnya, Indonesia tidak punya kapal perang yang bagus. Bukan berarti Indonesia akan melakukan peperangan, tapi nantinya jika diperlukan itu bisa membuat negara akan kewalahan.

"Kita nggak punya kapal perang yang bagus. Kita cuma bisa memanfaatkan 10 sampai 12 kapal selam. Itu mana cukup untuk melakukan perlawanan," ujar Andi.

Andi menjelaskan, selama ini menurutnya pemerintah tidak melakukan apa-apa untuk masalah intelijen kelautan Indonesia. Pemerintah melakukan belanja persenjataan namun selama ini belum bisa dioptimalkan kegunaannya.

"Pemerintah Indonesia sudah habis Rp 100 triliun per tahun cuma untuk beli senjata. Ini terjadi dari tahun 2012 dan saya kira akan terjadi sampai ke tahun 2024," papar Andi.

Opini yang sama juga dikatakan oleh Mantan Direktur BAIS, Laksda TNI (Purn) Robert Mangindaan. Menurutnya pemerintah harus siap membuat kapal perang yang bagus, bukan semata-mata untuk perang, namun untuk membuktikan di mata dunia, Indonesia juga tak boleh diremehkan.

"Kita memerlukan kapal-kapal namun bukan untuk tujuan kita berperang. Tapi kapal yang punya kapabilitas untuk kepentingan kita didepan. Untuk kepentingan nasional, untuk keutuhan wilayah kita," kata Robert.

Menurut Robert, Indonesia mempunyai banyak laut yang luas. Namun selama ini yang banyak menikmati bukan kita, melainkan kapal-kapal asing yang masuk ke daerah Indonesia sendiri.

"Kita punya sumber daya laut yang sangat besar, kalau kita saja tidak bisa menikmati sendiri bagaimana. Dengan kapal perang kita bisa menata stabilitas kawasan laut seluruh Indonesia, bisa menjaga dan memantau sumber-sumber daya laut yang ada," ujar Robert. [war]

Topik berita Terkait:
  1. Kedaulatan RI
  2. Kelautan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini