Kawin lari dua sejoli berakhir di bui

Selasa, 10 Juli 2012 18:18 Reporter : Moch. Andriansyah
traveling dengan kekasih. shutterstock

Merdeka.com - Mungkin anda masih ingat dengan kisah cinta Romeo dan Juliet atau kisah Siti Nurbaya? Agaknya kisah dua cerita itu terulang di zaman modern ini. Hanya saja, endingnya berakhir di balik jeruji besi.

Kisah ini dialami pasangan CM Wasawaly (27), asal Pasir Mas, Banjarmasin, Maluku Tenggara dan Sri Ayu (15), asal Kp Solo, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Lantaran tak mendapat restu orang tua, pasangan di bawah umur itu melarikan diri dari kampung halamannya. Sayang keduanya berhasil ditangkap pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, saat kapal yang mereka tumpangi bersandar di Pelabuhan Gapura Surya, Jawa Timur, Selasa (10/7).

"Keduanya kami amankan setelah mendapat laporan dari Polsek Pangkep, Sulawesi Selatan, yang meminta bantuan kepada kami untuk mengamankan sepasang kekasih yang tidak mendapat restu orang tua ini," terang Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Hendri Umar.

Hendri menceritakan, kronologi kejadiannya terjadi pada Minggu (8/7) lalu, sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu, pemuda yang bekerja sebagai mekanik kapal itu, dilaporkan oleh saudara dari Sri Ayu yang bernama M Agus di Polsek Pangkep.

Dalam laporan itu, Wasawaly dituduh telah membawa lari anak gadis di bawah umur. "Pelapor mengatakan kalau adiknya telah dibawa lari ke Surabaya tanpa seizin kedua orang tuanya. Di Surabaya, keduanya hanya transit saja, selanjutnya bertolak ke Banjarmasin," lanjut Hendri.

Setelah diminta bantuan oleh pihak Polres Pangkep untuk mengamankan keduanya, kami melakukan penangkapan di atas Kapal Lambelu yang transit di Pelabuhan Gapura Surya. "Selanjutnya, sepasang kekasih ini akan kami serahkan ke Polres Pangkep, karena locus delicti-nya ada di sana."

Setelah diserahkan ke Polres Pangkep nantinya, jika terbukti bersalah tersangka Wasawaly akan dijerat dengan Pasal 330 ayat (1) KUHP, melarikan orang yang belum cukup dewasa, dengan ancaman dengan hukuman kurungan maksimal tujuh tahun. "Untuk proses hukumnya itu tergantung penyelidikan pihak Polres Pangkep, karena mereka yang berwenang untuk memprosesnya," pungkas Hendri.

Sementara itu, Wasawaly sendiri mengaku, terpaksa membawa lari kekasihnya karena ditentang oleh orang tua gadis yang dikenalnya saat kapal bersandar tempat dia bekerja di daerah Kp Solo, tempat tinggal sang kekasih. "Saya cinta sama pacar saya. Karena tidak mendapat restu saya ajak kawin lari saja," aku Wasawaly kepada petugas. [hhw]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.