Kawanan Pembobol Mesin ATM dan Pecah Kaca di Banyuasin Ditangkap Polisi

Selasa, 20 Oktober 2020 17:36 Reporter : Irwanto
Kawanan Pembobol Mesin ATM dan Pecah Kaca di Banyuasin Ditangkap Polisi Pencurian. ©shutterstock

Merdeka.com - Kawanan spesialis pembobol mesin ATM dan pecah kaca di Banyuasin, Sumatera Selatan, ditangkap polisi. Mereka telah beraksi belasan kali di Palembang. Para pelaku adalah Wihep Pebri One alias Pebri, Yoga Yudistira dan Deni. Seorang temannya berinisial HK ditetapkan buronan polisi.

Mereka beraksi di mesin ATM di Indomaret Jalan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sabtu (12/9) dini hari. Para pelaku datang ke lokasi mengendarai dua sepeda motor dengan membawa peralatan las.

Mereka masuk dari atap belakang toko dan merusak plafon. Para pelaku memasukkan peralatan las dari atas lalu mencoba merusak mesin ATM dan brankas yang ada di dalam toko namun semuanya gagal dibuka.

Tidak lama kemudian, para pelaku kabur meninggalkan peralatannya di dalam toko karena melihat pegawai toko datang ke lokasi setelah menerima alarm di ponselnya. Kemudian korban melaporkan kasus ini ke polisi.

Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Muhammad Ikang Ade Putra mengungkapkan, tersangka Pebri ditangkap saat menginap di sebuah penginapan di Palembang dan Yoga Yudistira dalam pelariannya di Bandung, Jawa Barat. Sedangkan tersangka Deni lebih dulu diamankan Satreskrim Polrestabes Palembang.

"Dua tersangka sudah kami tangkap, satu lagi diproses Polrestabes Palembang mereka dipergoki pemilik toko saat membongkar ATM," ungkap Ikang, Selasa (20/10).

Dari pengakuan para tersangka, mereka sudah tiga kali membongkar mesin ATM di Palembang, selain di Banyuasin. Komplotan itu juga pernah delapan kali melakukan pencurian dengan modus pecah kaca di Palembang sepanjang Agustus dan September 2020.

"Kawanan ini spesialis bongkar mesin ATM dan pecah kaca. Yang terakhir gagal karena diketahui pegawai toko," ujarnya.

Atas perbuatannya, mereka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang diancam lima tahun penjara. Barang bukti disita dua unit tabung oksigen, tabung gas elpiji, stang las beserta selang, kunci inggris, kunci ring, linggis, penutup wajah, pisau dan korek api.

"Setiap beraksi mereka menggunakan alat-alat itu. Kami kejar satu pelaku lagi yang masih buron," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencurian
  3. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini