Kaum Milenial cenderung pilih Gus Ipul-Puti

Rabu, 14 Maret 2018 20:19 Reporter : Fahmi Azis
Survei Polmark Indonesia soal Pilgub Jatim. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemilih pemula atau milenial ternyata cenderung lebih memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno ketimbang paslon Khofifah Indar Parawansa dan Emil E Dardak. Ini terlihat dari hasil survei Polmark yang dirilis, Rabu (14/3).

Berdasarkan rilisnya, Polmark memetakan kekuatan suara milenial justru secara tegas mengarah ke pasangan nomor dua yakni Gus Ipul-Puti ini. Untuk pemilih usia antara 17-21 tahun yang memilih Gus Ipul-Puti 44,2 persen sementara 30,8 persen memilih Khofifah -Emil. Sedangkan untuk pemilih usia 22-30 tahun yang memilih Gus Ipul - Puti mencapai 47,2 persen, sementara 25,5 persen memilih Khofifah - Emil.

"Kami tidak tahu apa yang menjadi faktor ini. Tapi yang pasti dari data kami secara tegas pemilih milenial lebih cocok dengan sosok Gus Ipul-Puti," kata Direktur Riset PolMark Indonesia Eko Bambang Subiantoro.

Sementara itu, dilihat dari indikator elektabilitas tertutupnya, pasangan calon Gus Ipul-Puti jauh unggul dengan perolehan tingkat elektabilitas sekitar 42,7 persen, dan pasangan calon Khofifah-Emil tertinggal dengan perolehan 27,2 persen.

Sementara pemilih yang belum menentukan (undecided voter) masih mencapai 30,1 persen. "Ini masih menjadi pekerjaan rumah setiap paslon, untuk menggaet undecided voters," tambah dia.

Dilihat dari kemantapan pilihannya, pemilih yang Gus Ipul-Puti yang mantap atau tidak bakal berpindah mencapai 29,4 persen. Sementara pemilih Khofifah-Emil sebanyak 17,3 persen.

Dibandingkan dengan hasil survei yang dilakukan PolMark pada Mei 2016 dengan survei yang dilakukan pada Februari 2018 ini, tingkat elektabilitas tertutup antara Gus Ipul maupun Khofifah sama-sama mengalami peningkatan.

Dua tahun lalu, elektabilitas Gus Ipul dari 29,2 persen naik menjadi 42,7 persen (naik 13,5 persen). Sementara cagub Khofifah, tingkat elektabilitas tertutupnya dari 11,1 persen meningkat menjadi 30,1 persen (16,1 persen).

Survei ini dilakukan pada 6-11 Februari 2018 dengan populasi warga Jawa Timur yang memiliki hak pilih, 17 tahun ke atas dengan responden sebanyak 1.200 orang.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk porsi jenis kelamin, laki-laki dan perempuan dibuat imbang. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini