Kasus Ujaran Idiot, Ahmad Dhani Akan Segera Disidang di PN Surabaya

Selasa, 29 Januari 2019 12:30 Reporter : Erwin Yohanes
Kasus Ujaran Idiot, Ahmad Dhani Akan Segera Disidang di PN Surabaya Ahmad Dhani di mobil tahanan. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Musisi sekaligus politisi Partai Gerindra Ahmad Dhani kini menjalani masa penahanan atas vonis yang dijatuhkan oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, masih ada satu kasus ujaran kebencian lagi, yang harus disidangkan di Surabaya.

Kasus tersebut adalah ujaran 'idiot' yang disampaikan lewat vlognya pada Minggu (26/8) tahun 2018. Vlog tersebut terjadi saat Dhani merasa telah diadang oleh sekelompok orang saat hendak menghadiri deklarasi #2019gantipresiden di Surabaya.

Kini, berkas kasus tersebut telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya oleh pihak Kejaksaan. Ini berarti, tinggal selangkah lagi, suami penyanyi Mulan Jameela ini bersidang di Surabaya.

"Iya, saat ini kita tinggal menunggu penetapan jadwal sidang saja," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Richard Marpaung, Selasa (29/1).

Richard menambahkan, pelimpahan berkas kasus 'idiot' Ahmad Dhani itu sudah dilakukan jaksa sejak Kamis (24/1). Barang bukti terkait dengan kasus itu pun, sudah disimpan di bagian barang bukti Kejaksaan Tinggi Jatim.

Barang bukti yang disimpan itu antara lain, transkrip narasi vlog Ahmad Dhani saat di Surabaya, beserta denga video dan peralatannya.

Sebelumnya, Ahmad Dhani oleh Polda Jatim ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik pada Kamis (18/10).

Penetapan tersangka ini karena suami Mulan Jameela itu dilaporkan Koalisi Bela NKRI ke Polda Jatim, lantaran dituduh mengucapkan ujaran kebencian dengan menyebut kelompok penolak deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya dengan kata-kata 'Idiot'.

Kata-kata idiot, diduga diucapkan Ahmad Dhani saat nge-vlog di lobi Hotel Majapahit Surabaya, Minggu (26/8) lalu. Saat itu, politikus Partai Gerindra tersebut tertahan di hotel karena massa penolak deklarasi #2019GantiPresiden menggelar aksi pengadangan di depan hotel. Akibatnya, Dhani tidak bisa bergabung dengan massa di Tugu Pahlawan.

Ahmad Dhani sendiri kini sedang menjalani masa tahanan atas putusan 1 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim PN Jaksel, yang menyatakannya terbukti bersalah dalam tulisan di media sosial yang mengandung ujaran kebencian.

"Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan menyebarkan informasi dan ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan ras, suku atau golongan. Dan menjatuhkan hukuman 1 tahun enam bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim Ratmoho, Senin (28/1).

Selain itu, hakim meminta sejumlah barang bukti disita untuk dimusnahkan.

"Menetapkan barang bukti berupa flash disk berupa isi screen shoot twitter. Selain itu, handphone beserta simcard Indosat, XL dirampas untuk dimusnahkan dengan cara dinonaktifkan melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Keminfo). Kemudian, satu email dan akun twitter juga dirampas dan dimusnahkan," tutur Ratmoho.

Ratmoho menilai Ahmad Dhani terbukti melanggar pasal 45 huruf A ayat 2 junto 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Junto UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE junto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Adapun pertimbangan putusan tersebut, hal yang memberatkan adalah meresahkan masyarakat, berpotensi memecah belah antar golongan. Sedangkan yang meringankan koperatif selama persidangan, dan tidak pernah dihukum. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini