Kasus Tambang Ilegal, Polisi Ancam Panggil Paksa Ismail Bolong

Sabtu, 26 November 2022 15:32 Reporter : Ronald
Kasus Tambang Ilegal, Polisi Ancam Panggil Paksa Ismail Bolong Dirtipiter Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto. ©2022 Antara

Merdeka.com - Mabes Polri telah melayangkan surat panggilan terhadap mantan anggota Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, Ismail Bolong. Pemanggilan Ismail Bolong diketahui yang kedua usai panggilan pertama tidak hadir.

"Bukan, bukan ditangkap. Ismail Bolong itu kita sudah panggil, nanti lagi kita luncurkan panggilan kedua karena terkait dengan perusahaan yang melakukan kegiatan ilegal," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto, saat dikonfirmasi, Sabtu (26/11).

Kendati demikian, dia membantah kalau Ismail Bolong tidak hadir. Hanya saja belum hadir karena ada proses yang masih dijalankan.

Pipit menegaskan, penyidik akan melayangkan panggilan kedua pekan depan. Apabila tidak hadir juga akan ada perintah membawa paksa.

"Iya sudah saya perintahkan anggota (panggilan paksa)," tegasnya.

Lebih lanjut ia enggan menyampaikan keberadaan Ismail Bolong saat ini. Pipit meminta semua pihak bersabar.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menegaskan dirinya mempertanggungjawabkan seluruh pekerjaannya kepada Allah sebagai tanggapan atas tudingan yang menyebut dirinya menerima setoran dari hasil tambang ilegal di Kalimantan Timur.

“Saya mempertanggungjawabkan seluruh pekerjaan saya kepada Allah SWT, sesuai arahan Bapak Presiden kepada Kapolri dan tuntutan masyarakat yang sedemikian cerdas,” kata Agus dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (25/11).

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan Agus terkait ucapan Aiptu Ismail Bolong dan beredarnya laporan hasil pemeriksaan (LHP) DivPropam yang menyebut dirinya menerima setoran dari hasil tambang ilegal di Kalimantan Timur.

"Saya ini penegak hukum, ada istilah bukti permulaan yang cukup dan bukti yang cukup, maklumlah kasus almarhum Brigadir Yoshua aja mereka tutup-tutupi," ujar Komjen Agus.

Apa yang Bareskrim kerjakan, tutur Agus melanjutkan, adalah sesuai fakta, rekomendasi Komnas HAM, rekomendasi Timsus, serta tuntutan masyarakat yang sudah menjadi atensi Presiden RI Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Lebih lanjut, Komjen Agus mengatakan, BAP juga bisa direkayasa dan dibuat dengan penuh tekanan.

"Liat saja, BAP awal seluruh tersangka pembunuhan alm Brigadir Yoshua,” kata Komjen Agus.

Dia juga menyampaikan terkait kondisi pandemi yang nyaris melumpuhkan perekonomian dan mengakibatkan berbagai permasalahan.

"Saat pandemi, kebijakan penegakan hukum adalah ultimumremidium, tahun 2020 itu pertumbuhan 0,5 persen, tahun 2021 tumbuh 3,5 persen,” kata Komjen Agus.

Polri juga fokus pada penanganan COVID-19 dan percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Tambang rakyat dengan istilah koridor diberi kesempatan sesuai dengan arahan pimpinan agar masyarakat masih bisa memperoleh pendapatan, di samping mengawal program pemulihan ekonomi nasional dan investasi. Yang tidak boleh adalah di dalam areal hutan lindung dan di areal IUP orang lain,” ujar Agus.

Bertepatan dengan Hari Guru yang jatuh pada 25 November 2022, Agus menyampaikan nasihat dari gurunya.

"Orang baik itu orang yang belum dibukakan Allah SWT aibnya, doakan yang baik-baik saja mereka yang saat ini sedang mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sendiri secara sadar,” kata Agus. [fik]

Baca juga:
Menyangkut Nama Baik Polri, Penasihat Kapolri Minta Kasus Ismail Bolong Diusut
Usut Dugaan Setoran Tambang, Kapolri: Kita Mulai dari Ismail Bolong, Sedang Dicari
Bareskrim akan Panggil Ismail Bolong Soal Aliran Uang Tambang Ilegal ke Pejabat Polri
Mabes Polri Bantah Kabar Ismail Bolong Ditangkap
Bantah Terlibat Tambang Ilegal, Kabareskrim: Hendra & Sambo Lempar Batu Alihkan Isu
DPR akan Tanya Kapolri soal Ferdy Sambo Ungkap Dugaan Tambang Ilegal di Kaltim
Mencari Jejak Ismail Bolong, 'Menghilang' usai Ungkap Aliran Uang Tambang Ilegal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini