Kasus suap impor daging, KPK lanjutkan penggeledahan

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Kamis, 31 Januari 2013 19:54
Kasus suap impor daging, KPK lanjutkan penggeledahan
Gedung KPK. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyidikan terkait perkara suap impor daging sapi. Hari ini tim penyidik KPK kembali melanjutkan penggeledahan di beberapa lokasi.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, sejak siang tadi KPK kembali menggeledah kantor utama PT Indoguna Utama di Jalan Taruna No 8, Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"KPK juga melakukan penggeledahan di rumah AF (Ahmad Fathanah), di Apartemen Margonda City blok C 605," kata Johan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta (31/1).

Johan mengatakan, KPK juga menggeledah rumah tersangka AAE (Arya Abdi Effendi) di Taman Duren Sawit Blok B, Jakarta Timur. Sekretariat Direktorat Jenderal Peternakan pada Kementerian Pertanian juga tidak luput dari penggeledahan. Bahkan sampai saat ini, ruangan itu masih disegel.

KPK sudah menetapkan empat tersangka terkait kasus dugaan suap impor daging sapi. Mereka adalah dua Direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi, asisten pribadi Luthfie Hassan, Ahmad Fathanah, dan Presiden PKS, Luthfi Hassan Ishaq.

Arya dan Juard sebagai pemberi suap diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Sementara Ahmad dan Luthfie diduga melanggar pasal 12 a atau b, atau pasal 5 ayat 2, atau pasal 11 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

[dan]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE