Kasus Suap Bupati Penajam Paser Utara, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana ke Demokrat

Jumat, 14 Januari 2022 08:00 Reporter : Merdeka
Kasus Suap Bupati Penajam Paser Utara, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana ke Demokrat Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat memaparkan OTT Bupati Penajam Paser Utara. ©2022 Merdeka.com/ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyatakan pihaknya akan menelusuri aliran dana suap yang diduga diterima Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud (AGM).Penelusuran dilakukan hingga ke Partai Demokrat.

"Kebetulan AGM ini juga dari Partai Demokrat. Kemudian, apakah itu ada aliran dana ke partai, itu nanti akan didalami di proses penyidikan," ujat Alex di Gedung KPK, Kamis (13/1).

Alex menyatakan sejauh ini KPK belum memiliki bukti adanya dugaan uang suap mengalir ke Partai Demokrat. Namun, dia memastikan adanya uang suap yang ditampung Bendahara Umum (Bendum) DPC Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis. Hal itu akan dijadikan petunjuk oleh tim penyidik untuk mengembangkan kasus ini.

"Tentu simpul-simpul tadi dikaitkan. Tadi dikaitkan dengan pemilihan DPD, atau di Jakarta, yang bersangkutan (Abdul Gafur) juga bersama dengan bendahara partai, ya, ini kan menjadi petunjuk tentu nanti akan di lihat di proses penyidikan. Untuk saat ini kami belum memberikan informasi itu," kata Alex.

2 dari 2 halaman

Rekening Bank Disita

Sebelumnya, KPK menyebut Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis merupakan pihak penampung uang suap yang diduga diterima Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud.

"AGM (Abdul Gafur) diduga bersama NAB (Nur Afifah), menerima dan menyimpan serta mengelola uang-uang yang diterimanya dari para rekanan di dalam rekening bank milik tersangka NAB yang berikutnya dipergunakan untuk keperluan tersangka AGM," ujar Alexander Marwata.

Keduanya kini dijerat sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Pemkab Penajam Paser Utara. Mereka diringkus melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 12 Januari 2022.

Dalam OTT, tim penindakan juga mengamankan uang dari rekening bank milik Nur Afifah sebesar Rp447 juta. "Ditemukan pula uang tersimpan dalam rekening bank milik NAB sejumlah Rp 447 juta yang diduga milik tersangka AGM yang diterima dari para rekanan," jelas Alex.

Selain Abdul Gafur dan Nur Afifah, KPK juga menjerat Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara Mulyadi (MI), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro (EH), Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara Jusman (JM), dan pihak swasta Achmad Zuhdi (AZ) alias Yudi.

Reporter: Fachrur Rozie/Liputan6.com. [yan]

Baca juga:
Kasus Suap, KPK Tahan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud
KPK Belum Temukan Kaitan Suap Bupati Penajam Paser Utara dengan Proyek Penyangga IKN
Kronologi Bupati PPU Ditangkap KPK di Mal Jakarta Saat Terima Uang Suap Rp1 M Sekoper
KPK Ungkap Bendum DPC Demokrat Balikpapan Berperan Penampung Uang Suap Bupati PPU
Sita Uang Rp1 Miliar, KPK Jelaskan Konstruksi Kasus Suap Bupati Penajam Paser Utara

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini