Kasus Suap Benih Lobster, Bos PT ACK Siswadhi Pranoto Loe Divonis 4 Tahun Penjara

Kamis, 15 Juli 2021 17:01 Reporter : Bachtiarudin Alam
Kasus Suap Benih Lobster, Bos PT ACK Siswadhi Pranoto Loe Divonis 4 Tahun Penjara ilustrasi pengadilan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhi vonis empat tahun penjara terhadap pemilik PT Aero Citra Kargo (PT ACK), Siswadhi Pranoto Loe, terkait kasus suap benih lobster. Siswadhi juga didenda Rp 300 juta, subsider empat bulan kurungan.

"Terdakwa siswadhi Pranoto Loe selama empat tahun dan denda sejumlah Rp 300 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti pidana kurungan selama empat bulan," kata Hakim Ketua Albertus saat membacakan vonis di Pengadilan Tipikor, Kamis (15/7).

Siswadhi dinyatakan terbukti menerima suap bersama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terkait ekspor benih lobster di Kementerian KP tahun 2020.

Permohonan Justice Collaborator Diterima

Namun demikian, Hakim menerima permohonan Siswadhi sebagai Justice Collaborator (JC), karena yang bersangkutan mengakui perbuatanya dan telah mengembalikan semua uang.

"Mengadili mengabulkan permohonan terdakwa Siswadi Pranoto Loe untuk menjadi JC," kata hakim.

Adapun dalam putusan ini, Hakim telah mempertimbangkan hal yang memberatkan yakni, Siswadhi dinilai tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi. Sementara untuk hal meringankan Siswadhi dinilai berlaku sopan.

Untuk diketahui jika vonis tersebut hampir sama dengan tuntutan yang dilayangkan jaksa penuntut umum (JPU) yakni empat tahun dengan denda sebesar Rp200 juta sebagaimana dakwaan pertama.

Sementara dalam dakwaan, Siswadhi turut dianggap secara bersama-sama menerima suap bersama eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam menentukan izin ekspor benih lobster di Kementerian KP tahun 2020.

Selain Siswadhi dan Edhy Prabowo. Empat terdakwa lain yakni Staf Khusus Edhy, Andreau Misata Pribadi dan Safri; Staf Pribadi Istri Edhy, Ainul Faqih; dan Staf Pribadi Edhy, Amiril Mukminin.

Kelima terdakwa itu membantu Edhy untuk menerima suap mencapai Rp 24. 625.587.250.000 dan USD 77 Ribu terkait kasus suap izin ekspor benih lobster tahun 2020. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini