Kasus sodomi, JIS bela 2 guru ketimbang 6 petugas kebersihan

Kamis, 24 Juli 2014 19:07 Reporter : Sukma Alam
Kasus sodomi, JIS bela 2 guru ketimbang 6 petugas kebersihan Guru JIS dipanggil Polda Metro Jaya. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pengacara Jakarta International School (JIS) Harry Pontoh menjelaskan alasan kliennya lebih membela dua guru Neil Bantlemen dan Ferdinant Tjiong, ketimbang enam petugas kebersihan lantaran bukan berasal dari pegawai JIS. Dia berpendapat, seharusnya keenam petugas kebersihan tersebut proses hukumnya didampingi oleh perusahaan outsourcing yakni PT ISS.

"Tenaga cleaning service bukan pegawai JIS. Itu pegawai di PT ISS mestinya pembelaan dari PT ISS. Akhirnya mereka mencari pengacara sendiri yang menyiapkan kepada mereka," kata Harry kepada wartawan di Taman Kanak-kanak JIS, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (24/7).

Namun, lanjut Harry, apabila PT ISS dan pengacaranya ingin meminta bantuan, pihaknya akan mempersilakan. "Bukan JIS mentolerir paedofilia, tapi tidak boleh yang salah tidak dikorbankan dan yang tidak salah malah menjadi dikorbankan termasuk keluarga dan anak-anak," ucapnya.

"JIS sangat terbuka dengan siapa pun, (PT ISS) mereka minta data apapun itu pasti kita bantu," tambahnya.

Harry mengatakan, korban pelecehan seksual berinisial AK telah diberi bantuan pengobatan dari JIS. Namun, orang tua AK enggan menerima bantuan tersebut.

"JIS memberikan ahli psikolog, sempat diberikan tapi kemudian mereka menentukan. Bahwa orang tua tidak percaya," imbuhnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini