Kasus Rahmat Effendi, KPK Terima Pengembalian Uang dari Sekda Kota Bekasi

Jumat, 18 Februari 2022 10:15 Reporter : Merdeka
Kasus Rahmat Effendi, KPK Terima Pengembalian Uang dari Sekda Kota Bekasi Pemeriksaan Perdana Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi. ©2022 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima pengembalian uang dari Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawati. Uang diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap dalam pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemkot Bekasi yang menjerat Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi (RE) alias Pepen.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Reny mengembalikan uang saat diperiksa tim penyidik di gedung KPK pada Kamis, 17 Februari 2022 kemarin.

"Tim penyidik menerima pengembalian sejumlah uang dari saksi dan nantinya akan dianalisa lebih lanjut untuk melengkapi berkas perkara tersangka RE dan lainnya," katanya dalam keterangannya, Jumat (18/2).

Dia mengungkapkan, dalam pemeriksaan terhadap Reny kemarin, tim penyidik masih mendalami terkait aliran uang yang diduga diterima Rahmat Effendi. Soal aliran uang ini didalami juga oleh penyidik terhadap saksi lainnya, yakni Staf Dinas Perkimtan Syarif dan Sau Mulya.

"Didalami pengetahuannya antara lain terkait uang-uang yang dipotong dari penghasilan pokok sebagai ASN di Pemkot Bekasi yang diduga diperuntukkan bagi RE," ujarnya.

2 dari 2 halaman

KPK menetapkan Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi (RE) alias Pepen dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat. Selain Pepen, KPK menjerat delapan tersangka lainnya.

Delapan tersangka lain yakni Camat Rawa Lumbu Makhfud Saifudin (MA) Direktur PT MAM Energindo Ali Amril (AA), Lai Bui Min alias Anen (LBM), Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) Suryadi (SY). Mereka dijerat sebagai pihak pemberi.

Kemudian Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin (MB), Lurah Kati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL). Mereka dijerat sebagai pihak penerima bersama Rahmat Effendi.

Penetapan tersangka terhadap mereka berawal dari operasi tangkap tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim penindakan KPK pada Rabu, 5 Januari 2022 hingga Kamis, 6 Januari 2022 di Bekasi dan DKI Jakarta. Tim penindakan KPK mengamankan 14 orang beserta uang.

Uang yang diamankan di antaranya uang tunai sebesar Rp 3 miliar dan Rp 2 miliar dalam bentuk tabungan.

Reporter: Fachrur Rozie/Liputan6.com [fik]

Baca juga:
KPK Kembali Periksa Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
PNS dan Ibu Rumah Tangga Diperiksa KPK atas Tersangka Rahmat Effendi
KPK Periksa Sekda Kota Bekasi Terkait Kasus Suap Rahmat Effendi
Kasus Suap Rahmat Effendi, KPK Dalami Tarif Promosi Jabatan di Pemkot Bekasi
KPK Panggil Kadis Pendidikan Kota Bekasi Terkait Kasus Rahmat Effendi
Kasus Rahmat Effendi, KPK Dalami Penganggaran Proyek dan Ganti Rugi Lahan Polder

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini