Kasus Prostitusi Venesia BSD Segera Disidang, Enam Orang Tersangka Muncikari

Senin, 17 Mei 2021 21:05 Reporter : Kirom
Kasus Prostitusi Venesia BSD Segera Disidang, Enam Orang Tersangka Muncikari Bareskrim gerebek tempat karaoke eksekutif Venesia BSD. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus pidana karantina kesehatan, prostitusi dan perdagangan orang yang terjadi di Karaoke Executive Venesia, BSD, Tangerang Selatan, menunggu jadwal sidang. Saat ini, berkas perkara kasus tersebut telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tangerang.

Kejari Tangerang Selatan telah menerima pelimpahan berkas dan perkara atas kasus tersebut dari Kejaksaan Agung RI pada pertengahan April 2021.

"Hari ini dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tangerang, selanjutnya kita menunggu penetapan hari sidang," ucap Kepala Seksi Intelijen Kejari Tangerang Selatan, Ryan Anugrah saat ditemui Senin (17/5).

Ada enam orang tersangka dalam kasus tersebut. Ryan juga memastikan, dari 47 PSK dan 13 manajemen usaha karaoke Venesia yang diamankan, hanya 6 orang tersangka yang diserahkan Kejaksaan Agung RI ke Kejari Tangsel.

"6 orang tersangkanya. Iya semua muncikari. Tahap 2 sudah (penyerahan tersangka dan barang bukti), ada 6 orang yang ditetapkan tersangka," ungkap dia.

Ryan menyebutkan, perkara tersebut sebelumnya ditangani penyidik Bareskrim Mabes Polri dan secara teknis kasus tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Agung RI.

"Perkara oleh Bareskrim penyidiknya, teknisnya ke Kejaksaan Agung. Karena lokus di Tangsel, maka dilimpahkan ke Kejari Tangsel," ucap dia.

Perkara pidana ini melibatkan 47 orang diduga pekerja seks asal Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Lalu ada 13 orang yang diamankan diantaranya 7 muncikari, tiga kasir, satu supervisor, satu manajer operasional dan satu general Manager. Kasus ini masuk dugaan pidana perdagangan orang (TPPO).

"Tindak Pidana Perdagangan Orang (dugaan pelanggaran pidana)," kata Ryan.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggerebek karaoke eksekutif Venesia BSD di Serpong Sub District, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (19/8) malam. Penggerebekan karena diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual pada masa pandemi Covid-19.

Penggerebekan itu dipimpin langsung oleh Brigjen Ferdy Sambo. Dalam penggerebekan tersebut, karaoke eksekutif tersebut diketahui telah beroperasi sejak awal Juni 2020. Bahkan tempat hiburan malam ini memfasilitasi layanan seks bagi para pelanggannya.

Menurut Sambo, beroperasinya tempat hiburan itu melanggar Pasal 9 Ayat (1) dan (2) Peraturan Wali Kota Tangsel Nomor 32 Tahun 2020 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Wali kota Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Penanganan Covid-19.

"Pasal 9 Ayat (1) menyebutkan bahwa selama pemberlakuan PSBB, dilakukan penghentian sementara aktivitas bekerja di tempat kerja/ kantor," kata Ferdy dilansir Antara, Kamis (20/8).

Di Kota Tangerang Selatan saat ini masih diberlakukan perpanjangan masa PSBB sejak 9 Agustus hingga 23 Agustus 2020. Para perempuan yang bekerja di karaoke eksekutif Venesia BSD ini tercatat ada 47 orang.

"Para perempuan yang bekerja di tempat itu berasal dari Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur sebanyak 47 orang," kata Sambo.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 13 orang yang terdiri dari tujuh orang muncikari, tiga kasir, satu supervisor, satu manajer operasional dan satu general manager.

Dalam penggerebekan itu, 47 orang diamankan oleh kepolisian. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, penggerebekan itu dilakukan laporan dari masyarakat.

"Sesuai dengan LP No.458 tanggal 18 Agustus 2020," katanya dalam keterangan, Kamis (20/8).

Dari laporan itu, alhasil dilakukan penggerebekan dan ditemukan fakta-fakta. Salah satunya voucher untuk dapat berhubungan badan dengan tarif sebesar Rp 1,1 hingga Rp 1,3 juta.

"Tempat ini telah beroperasi sejak sekitar bulan Awal Juni 2020, lalu menyediakan perempuan untuk dapat berhubungan badan dengan tarif Rp 1.100.000 sampai dengan Rp 1.300.000 per voucher dikali tiga voucher," katanya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Prostitusi
  3. Ragam Konten
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini