Kasus Positif di Palembang Terus Bertambah, Gugus Tugas Covid-19 Sarankan PSBB Lagi

Rabu, 1 Juli 2020 04:30 Reporter : Irwanto
Kasus Positif di Palembang Terus Bertambah, Gugus Tugas Covid-19 Sarankan PSBB Lagi positif corona. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Selatan menyarankan Pemerintah Kota Palembang kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini seiring semakin bertambahnya kasus positif corona di kota itu.

Hari ini terdapat 26 kasus baru, 12 diantaranya berasal dari Palembang dan sisanya terdapat di enam daerah lain. Kini kasus terkonfirmasi positif di provinsi itu sebanyak 2.049 orang, 1.349 kasus diantaranya berasal dari Palembang.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Iche Andriyani Liberty mengungkapkan, penyebaran virus corona di Palembang khususnya, lantaran tingginya aktivitas warga setelah PSBB tak lagi diterapkan. Bahkan, lonjakan pasien positif terjadi seusai PSBB, terlebih masyarakat salah menafsirkan istilah menuju new normal.

"Melihat kondisi lonjakan di Palembang, kami usulkan atau sarankan agar PSBB kembali diterapkan karena hanya itu menekan penularan, hanya itu solusinya," ungkap Iche, Selasa (30/6).

Dia menjelaskan, ada pembuktian pengaruh positif saat PSBB berlangsung selama 28 hari di Palembang sebelumnya. Ketika itu angka penularan (RT) menurun menjadi 0,99, namun seusai PSBB kembali meningkat di atas 1, persisnya 1,02.

"Kalau dari sisi epidemologi lebih banyak kasus terjadi setelah PSBB, masyarakat sudah lepas kontrol sehingga terjadi peningkatan. Masyarakat sudah mulai kendor, karena memang ini akan berimplikasi ke RT," kata dia.

Iche juga menyayangkan penetapan status zona merah menjadi orange dari Gugus Tugas Covid-19 Palembang. Padahal, penyebaran corona di kota itu masih tinggi dan masih berstatus siaga.

"Sampai sekarang status Palembang masih zona merah atau penularan tinggi, tidak pernah berubah menjadi zona orange. Kami bingung apa indikator mereka menurunkan sendiri statusnya," ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah setempat juga tidak asal mengambil kebijakan menerapkan kegiatan belajar tatap muka atau sekolah kembali dibuka. Perlu pertimbangan matang agar tidak justru menambah klaster baru seperti yang terjadi di banyak negara.

"Pembukaan sektor pendidikan hati-hati, harus tahapan prakondisi dulu dan timing yang cepat. Terutama SD dan PAUD harus sangat hati-hati, pesantren juga karena mereka tinggal bersama, harus dipersiapkan dulu protokolnya," terangnya. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini