Kasus penyerangan ulama, Kabareskrim tegaskan fokus pada pidana

Jumat, 23 Maret 2018 13:21 Reporter : Liputan6.com
Kasus penyerangan ulama, Kabareskrim tegaskan fokus pada pidana Kabareskrim usai hadiri laporan kerja KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Polri terus mendalami kasus penyerangan terhadap ulama. Kepala badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Ari Dono menegaskan pihaknya fokus pada aspek pidana dari kasus tersebut agar penanganan tidak melebar ke isu lain.

"Kita melihat dari persoalan itu fokus kepada objek, sehingga tidak ingin kita penegakan hukum ini menjadi bola liar untuk persoalan lain," kata jenderal polisi bintang tiga ini di Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (23/3).

Pihaknya melihat kasus tersebut dari tindakan pidana yang terjadi. Pihaknya menyatakan mencari pelaku penyerangan terhadap ulama.

"Jadi pun pelanggaran pidana kita tegakkan, mencari siapa pelakunya," jelas Ari.

Saat ini, polisi juga tengah melakukan langkah pencegahan, seperti razia senjata tajam di masing-masing wilayah. Hal ini dilakukan agar hal serupa tak terulang.

"Ya secara umum untuk mencegah terjadinya tindak pidana bisa saja masing-masing wilayah untuk melaksanakan upaya-upaya pencegahan seperti operasi senjata tajam," dia menutup.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, operasi razia ini digelar sesuai dengan karakteristik wilayah di Indonesia. Karena itu, teknis penyelenggaraan operasi diserahkan kepada kepala kepolisian masing-masing wilayah, bukan secara terpusat.

Sejauh ini, ada tiga peristiwa penyerangan terhadap ulama yang benar-benar terjadi. Yakni terhadap Umar Basri di Cicalengka, Jawa Barat; Prawoto di Bandung, Jawa Barat; dan Hakam Mubarok di Lamongan, Jawa Timur.

Jumlah peristiwa penganiayaan terhadap ulama bertambah setelah ulama di Kendal, Jawa Tengah bernama Ahmad Zaenuri dibacok pada Sabtu 27 Maret 2018 lalu. Zaenuri dan menantunya dibacok oleh seorang pengamen bernama Suyatno. Polri memastikan, peristiwa tersebut murni kriminal. Diduga kuat, motif penganiayaan lantaran Suyatno ingin menguasai harta milik Agus Nurus Sakban yang merupakan menantu Zaenuri.

Reporter: Radityo
Sumber: Liputan6.com [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini