Kasus Pencatutan Nama Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Sabtu, 1 Mei 2021 20:15 Reporter : Merdeka
Kasus Pencatutan Nama Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. ©2020 Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengusut dugaan pemalsuan Surat Keputusan (SK) yang mencatut Kemendikbud-Ristek, Nadiem Makarim. Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini.

Mereka adalah dari pihak STIE Painan, dan STIE Kediri yang sedang mengurus peralihan hak pengelolaan. Para tersangka yang saling berhubungan ini mengatur perubahan aset dari STEI Kediri ke STIE Painan, Tangerang Banten.

Berdasarkan pemeriksaan, pihak STIE menyetorkan uang Rp 1,3 miliar untuk memuluskan perpindahan aset tersebut yang dibayar secara bertahap.

"Yayasan STIE Painan harus menyiapkan uang Rp 1,3 Miliar untuk bisa meluluskan itu semua. Mereka bayar 3 tahap," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta Pusat, Sabtu (1/5).

Dalam perjalanannya, Yusri menerangkan, pihak STIE Painan dan STIE Kediri memakai cara-cara lancung. Salah satunya memalsukan surat keputusan Kemendikbud-Ristek.

"Tapi di tengah jalan dipalsukan SK Kemendikbud-Ristek untuk meloloskan kampus hukum lalu doktoral semua dipalsukan," ujar dia.

Kasus yang dilaporkan pihak Biro Hukum Kemendikbud-Ristek, pada 17 Februari 2021 lalu ini terus bergulir Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Para tersangka diduga melanggar Pasal 263 KUHP Ayat 1 dan 2 atau Pasal 93 Juncto Pasal 60 Ayat 2 UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini