Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Begini Cara Eksekutor Hilangkan Barang Bukti

Selasa, 21 Januari 2020 12:09 Reporter : Yan Muhardiansyah
Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Begini Cara Eksekutor Hilangkan Barang Bukti Rekonstruksi pembunuhan Hakim Jamaluddin. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Penyidik menggelar rekonstruksi tahap ketiga kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin (55). Dalam reka ulang terakhir ini, Jefri Pratama (42) dan adiknya Reza Fahlevi (29), dua dari tiga tersangka, memperagakan adegan setelah membuang jasad korban termasuk pembuangan barang bukti.

Kasat Reserse Kriminal Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, ada 6 adegan yang akan diperagakan di tiga lokasi dalam lanjutan rekonstruksi ini. "Rekonstruksi akan digelar di jembatan Desa Namo Rih, Pancur Batu, simpang Tuntungan, dan di rumah tersangka Reza di Selayang," kata Maringan, Selasa (21/1).

Di jembatan Desa Namo Rih, kedua tersangka membuang handphone yang mereka gunakan dalam aksi pembunuhan. Mereka kemudian singgah di Simpang Tuntungan untuk membeli sandal.

"Yang ketiga di rumah Reza mereka membakar pakaian yang mereka gunakan," ucap Maringan.

Tersangka Zuraida Hanum (41) tidak ikut serta dalam rekonstruksi tahap tiga. Istri hakim Jamaluddin ini memang tidak ikut membuang jasad suaminya.

Rekonstruksi tahap tiga ini merupakan kelanjutan dari dua reka ulang sebelumnya. Pada rekonstruksi pertama, Senin (13/1), para tersangka memeragakan 15 adegan terkait perencanaan pembunuhan hakim Jamaluddin. Kegiatan itu digelar di 5 lokasi di Medan.

Selanjutnya, Kamis (16/1), rekonstruksi tahap dua digelar di tiga lokasi. Dalam reka ulang ini diperagakan 77 adegan menjelang, saat dan setelah pembunuhan terhadap Jamaluddin. Adegan diakhiri dengan pembuangan jasad korban di perkebunan sawit di Dusun II, Desa Suka Damai, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang.

Seperti diberitakan, Zuraida, Jefri dan Reza telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku pembunuhan terhadap Jamaluddin. Motifnya diduga sakit hati dan cinta segitiga. Istri korban, Zuraida diduga menyuruh selingkuhannya, Jefri, dibantu saudaranya Reza menghabisi hakim PN Medan itu.

Ketiga tersangka diduga telah melakukan pembunuhan berencana. Mereka dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e. Mereka terancam hukuman mati.

Kasus ini diselidiki polisi setelah Jamaluddin yang juga menjabat Humas PN Medan ditemukan tak bernyawa di jok tengah mobil Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BK 77 HD. Kendaraan mewah berisi jasad hakim PN Medan itu didapati di jurang pada areal kebun sawit di Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11).

Bagian depan mobil ringsek karena menghantam pohon sawit. Airbagnya juga terbuka.

Jasad Jamaluddin telah diautopsi di RS Bhayangakara, Medan, Jumat (29/11) malam. Jenazahnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11).

Selanjutnya, polisi memastikan Jamaluddin merupakan korban pembunuhan. Dia diperkirakan meninggal antara 12 hingga 20 jam sebelum diautopsi. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini