Kasus Pembakaran di Jember Dipicu Aksi Premanisme, Polisi Buru 7 Orang

Rabu, 10 Agustus 2022 10:49 Reporter : Muhammad Permana
Kasus Pembakaran di Jember Dipicu Aksi Premanisme, Polisi Buru 7 Orang Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Penanganan kasus teror perusakan dan pembakaran rumah serta kendaraan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki babak baru. Penyelidikan polisi menemukan perbuatan teror dari pelaku tersebut dipicu aksi premanisme yang dilakukan oleh para korban, yakni petani kopi warga Desa Mulyorejo.

Adapun pelaku teror pembakaran yang merupakan petani kopi asal Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, kini sudah diamankan Polres Jember. Desa Mulyorejo merupakan salah satu desa terpencil di Jember yang berada di kaki gunung dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuwangi.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, kami temukan kasus baru pascainsiden pembakaran dan perusakan rumah di Desa Mulyorejo. Yakni premanisme yang menjadi pemicu teror. Untuk itu kita sudah menetapkan tujuh orang sebagai daftar pencarian orang (DPO)," ujar Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo saat dikonfirmasi, Rabu (10/8).

Sebanyak tujuh orang DPO tersebut merupakan warga Desa Mulyorejo yang menjadi korban teror pembakaran dan perusakan. Polisi sudah mengantongi identitas dari tujuh DPO kasus pemalakan atau premanisme ini.

Polisi mensinyalir, sebagian besar rumah yang menjadi sasaran pelaku teror merupakan milik pihak yang mereka anggap sebagai preman.

"Tetapi ada juga korban teror pembakaran dan perusakan rumah yang mereka tidak penah terlibat premanisme. Cuma ikut menjadi korban teror pembakaran," lanjut mantan Kasat Reskrim Polresta Bekasi ini.

2 dari 3 halaman

Dari keterangan sejumlah saksi, termasuk para pelaku teror pembakaran, sebagian pemilik rumah yang dibakar kerap meminta uang atau memalak dengan alasan pengamanan kepada petani kopi, baik yang berasal dari warga Desa Mulyorejo, maupun dari Desa Karang Anyar, Kalibaru, Banyuwangi.

Adapun sebanyak sembilan tersangka pelaku teror pembakaran merupakan warga Desa Karang Anyar, yang lahan perkebunan kopinya berada atau melintasi Desa Mulyorejo.

"Kita sudah bentuk tim khusus untuk memburu para pelaku premanisme ini. Para pelaku ini meninggalkan rumah mereka saat dibakar, dan hingga saat ini belum diketahui keberadaannya," ujar Hery.

Polres Jember menegaskan situasi di Desa Mulyorejo, khususnya di Dusun Baban Timur, sudah berangsur normal. Meski demikian, sejumlah polisi masih ditempatkan di dusun yang selama ini dikenal sulit dijangkau kendaraan bermotor tersebut.

"Kita tempatkan personel sampai situasi benar-benar kondusif," lanjut Hery.

3 dari 3 halaman

Perburuan terhadap tujuh DPO kasus premanisme ini menjadi salah satu upaya polisi untuk mencegah terulangnya konflik dari dua belah pihak.

"Kami juga mengimbau warga untuk tidak ragu melapor kepada kami, jika ada intimidasi atau premanisme dari pihak-pihak tertentu," tutur Hery.

Selain menangkap pelaku premanisme sekaligus pelaku kasus pembakaran, upaya lain untuk memutus konflik dari dua pihak petani kopi adalah penyelesaian sengketa batas lahan dua desa. Upaya ini juga melibatkan Pemkab Jember dan Pemkab Banyuwangi.

"Kemarin sudah ada pertemuan dari dua Pemkab. Disepakati, untuk sengketa batas lahan diselesaikan secara musyawarah mufakat. Untuk itu, kami meminta masyarakat untuk bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi yang bisa menjurus kepada tindak pidana, karena malah akan merugikan diri sendiri," pungkas Hery. [cob]

Baca juga:
Provokator dan Delapan Orang Jadi Tersangka Kasus Pembakaran di Jember
Teror Pembakaran di Jember Kembali Terjadi, Suasana Mencekam
Mengamuk, Wanita di Pekanbaru Tikam 5 Rekan Kerja
Polisi Akui Kesulitan Tangkap KKB Pemenggal Kepala Penambang Emas, Ini Kendalanya
Banding Ditolak, Dosen Unri Tetap Dihukum 3 Tahun Penjara karena Perusakan Rumah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini