Kasus Pelecehan Pegawai KPI, Polres Jakpus Tak Hadiri Panggilan Komnas HAM

Rabu, 15 September 2021 16:02 Reporter : Bachtiarudin Alam
Kasus Pelecehan Pegawai KPI, Polres Jakpus Tak Hadiri Panggilan Komnas HAM Gedung Komnas HAM. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Polres Metro Jakarta Pusat batal menghadiri pemeriksaan yang dijadwalkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait kasus pelecehan dan perundungan pegawai KPI, MS. Pihak Polres Jakarta Pusat beralasan akan berkoordinasi lebih dulu dengan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri

"Pihak Polres Jakarta Pusat tidak dapat hadir memenuhi panggilan Komnas HAM dikarenakan pihak Polres masih memerlukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Haplebi, dalam keterangan terulisnya, Rabu (15/9).

Sesuai jadwal, seharusnya pemeriksaan dilakukan pada pukul 14.00 WIB, atau setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pimpinan KPI. Karena tidak hadir, maka Komnas HAM melakukan penjadwalan ulang.

"Komnas HAM akan menjadwalkan ulang agenda permintaan keterangan pada Rabu, 22 September 2021," kata Beka.

Sementara untuk pemeriksaan terhadap pimpinan KPI, Beka menyampaikan pihaknya telah berhasil menggali informasi lebih dalam terkait kronologi peristiwa serta respons KPI terhadap aduan Kasus Dugaan Perundungan dan Pelecehan Seksual di Lingkungan KPI Pusat.

Beka menyebut jika pihak KPI Pusat yang diwakili Wakil Ketua KPI, Mulyo Hadi dan Kepala Sekretariat, Umri telah menyerahkan data dan memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

"Data dan keterangan tersebut antara lain terkait dengan respon dan sikap resmi KPI terkait kasus yang ada, Mekanisme Penanganan Keluhan di Internal KPI serta langkah-langkah yang sudah dijalankan," jelasnya.

Sebelumnya, Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Setyo Koesherianto telah membenarkan bahwa pihaknya melibatkan tim internal dari Propam dalam menangani dugaan kasus perundungan dan pelecehan seksual di KPI.

"Dalam penanganan peristiwa ini juga untuk menyelaraskan dengan komitmen kami, kami juga melibatkan tim internal kami dari Propam Polres Metro Jakarta Pusat, juga diatensi oleh Propam Polda Metro Jaya," kata Setyo, saat jumpa pers, Senin (13/9) kemarin.

Selain menyelidiki persoalan pengabaian laporab, Setyo juga menyampaikan hingga kini pihaknya juga masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pelecehan dan perundungan MS, dengan mengajukan Visum et Repertum Psikiatrikum MS ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tak hanya itu, kepolisian dalam hal ini juga telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan terhadap MS maupun kepada para terlapor, yakni RM, FP, RE, EO, dan CL.

"Selanjutnya kami juga melakukan mengajukan Visum et Repertum Psikiatrikum terhadap korban ke RS Polri sekaligus melakukan pengecekan TKP," kata Setyo.

Setyo melanjutkan, pihaknya juga akan mengumpulkan bukti-bukti lainnya. Tak hanya itu, kepolisian juga akan melakukan klarifikasi ke ahli pidana guna membuat kasus ini semakin terang.

"Kami akan mengumpulkan bukti-bukti lain dan selanjutnya kami juga akan melakukan pemeriksaan atau klarifikasi terhadap saksi ahli pidana," beber dia.

Meski demikian, sejak awal kasus ini dilaporkan, belum ada status tersangka terkait dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan tersebut. Setyo hanya menegaskan jika kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

"Saat ini kami sedang melakukan klarifikasi terhadap korban ataupun pelapor dan para saksi juga para terlapor. Yang perlu di garis bawahi di sini adalah pelaporan terkait ini masih dalam proses penyelidikan," imbuh dia. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini