Kasus mobil listrik, Dahlan tak penuhi panggilan penyidik Kejagung

Senin, 6 Februari 2017 11:43 Reporter : Masfiatur Rochma
Kasus mobil listrik, Dahlan tak penuhi panggilan penyidik Kejagung Dahlan Iskan ditahan Kejati Jawa Timur. ©2016 Merdeka.com/Masfiatur Rochma

Merdeka.com - Kejaksaan Agung menetapkan mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan, sebagai tersangka kasus pengadaan 16 unit mobil listrik. Hari ini, seharusnya Dahlan diperiksa penyidik Kejagung di Kejaksaan Negeri Jawa Timur.

Namun lewat kerabat dekatnya, Dahlan menyatakan diri tidak hadir. Salah satu alasannya, dia belum didampingi pengacara untuk kasus ini. Sebab lainnya, surat pemanggilan yang dilayangkan padanya bukan yang asli hanya berupa salinan.

"Yang diterima Dahlan Iskan bukan asli. Panggilan yang diterima berupa faksimile bukan asli," terang kerabat dekat Dahlan Iskan, Mir`atul Mukminin , saat di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Senin (6/2/)

Selain itu, kesehatan Dahlan juga kurang baik. "Beberapa hari terakhir ini demam. Kita minta di-reschedule untuk panggilan berikutnya," ucap pria akrab dipanggil Gus Amik.

Disebut-sebut, proyek ini membuat negara merugi Rp 32 miliar dari tiga perusahaan di bawah naungan BUMN. Kasus ini bermula saat Dahlan masih menjadi menteri aktif pada 2013 silam. Dia Dahlan meminta PT BRI, PT Perusahaan Gas Negara, dan PT Pertamina untuk menjadi sponsor pengadaan mobil listrik guna mendukung KTT APEC di Bali.

Setelah proyek itu rampung dikerjakan, 16 mobil listrik berjenis electric microbus dan electric executive bus itu rupanya tak dapat digunakan karena tidak dibuat sebagaimana mestinya.

Mobil itu hanya diubah pada bagian mesin sehingga fungsi mobil tidak optimal. Hasil uji di ITB menyatakan bahwa pembakaran bahan bakar di mesin tidak optimal dan mengakibatkan mesin cepat panas dan turun mesin. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini