Kasus mobil listrik, Dahlan kembali mangkir dari pemeriksaan

Senin, 13 Februari 2017 12:37 Reporter : Masfiatur Rochma
Kasus mobil listrik, Dahlan kembali mangkir dari pemeriksaan Dahlan Iskan. ©2016 Merdeka.com/Masfiatur Rochma

Merdeka.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami perkara dugaan korupsi pengadaan 16 unit mobil jenis elektrik mikrobus, dan elektrik eksekutif bus pada PT BRI (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina (Persero), dengan tersangka Dahlan Iskan. Hari ini mantan Menteri BUMN itu kembali mangkir dari panggilan Kejagung di Kejati Jatim.

Agus Dwi Harsono salah satu kuasa hukum Dahlan Iskan mengatakan, kliennya tidak bisa memenuhi panggilan penyidik, karena ada beberapa alasan. Pertama kondisi Dahlan Iskan sekarang sedang sakit, dan masih menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit Graha Amerta Dr Soetomo Surabaya.

"Hari ini Pak Dahlan Iskan sedang menjalani pemeriksaan lanjutan dilakukan empat dokter spesialis," terang Agus Dwi Harsono, Senin (13/2).

Alasan lain, panggilan pertama Dahlan Iskan sebagai tersangka, berupa fotokopi faksimile, bukan salinan asli. "Alasan lainnya, kita juga sudah mendaftarkan gugatan praperadilan di Jakarta Selatan, dalam perkara mobil listrik," ucapnya.

"Semua alasan itu sudah saya sampaikan ke penyidik. Supaya penyidikan untuk Pak Dahlan Iskan dihentikan sementara waktu, sambil menunggu hasil dari gugatan praperadilan yang kita ajukan Jumat kemarin, dan masalah kesehatan," pungkas dia.

Perlu diketahui, proyek pengadaan 16 mobil listrik diduga merugikan negara sekitar Rp 32 miliar di tiga perusahaan di bawah naungan BUMN.

Saat itu, Dahlan meminta PT BRI, PT Perusahaan Gas Negara dan PT Pertamina untuk menjadi sponsor pengadaan mobil listrik guna mendukung KTT APEC di Bali.

Setelah proyek itu rampung dikerjakan, 16 mobil listrik berjenis electric microbus dan electric executive bus itu rupanya tak dapat digunakan karena tidak dibuat sebagaimana mestinya.

Mobil itu hanya diubah pada bagian mesin sehingga fungsi mobil tidak optimal. Hasil uji di ITB menyatakan bahwa pembakaran bahan bakar di mesin tidak optimal dan mengakibatkan mesin cepat panas dan turun mesin.

[cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini