Kasus menghalangi penyidikan e-KTP, Rudi Alfonso penuhi panggilan KPK

Rabu, 1 November 2017 11:58 Reporter : Yunita Amalia
Kasus menghalangi penyidikan e-KTP, Rudi Alfonso penuhi panggilan KPK Gedung baru KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Rudi Alfonso memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait tindakan merintangi dan menghalangi proses penyidikan korupsi proyek e-KTP yang diduga dilakukan oleh Markus Nari. Rudi sebelumnya pernah dipanggil namun tidak hadir lantaran masih berada di luar kota.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan pemanggilan ketua bidang hukum dan HAM Partai Golkar itu merupakan pemanggilan ulang.

"Rudi Alfonso penjadwalan ulang dari agenda pemeriksaan tanggal 27 Oktober 2017," ujar Febri melalui pesan singkat, Rabu (1/11).

Diketahui, Markus Nari berstatus tersangka setelah diduga telah mempengaruhi Irman dan Sugiharto, dua terdakwa kasus korupsi e-KTP. Dia juga diduga turut andil mempengaruhi politisi Hanura, Miryam S Haryani dengan memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan.

Miryam sendiri telah diproses dan dituntut jaksa penuntut umum KPK pidana penjara 8 tahun.

Sementara Markus masih pada tahap proses penyidikan yang disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dia juga disangkakan melanggar pasal tindak pidana korupsi dengan Pasal 3 atau 2 Ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Korupsi E KTP
  2. Markus Nari
  3. KPK
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini